Investasi Komoditas Tertekan Jelang Pelantikan Trump
Demi Ermansyah | 11 Januari 2025, 16:53 WIB

AKURAT.CO Meski arus dana ke pasar uang melonjak, investasi di sektor komoditas Amerika Serikat justru mengalami tekanan selama pekan yang berakhir 8 Januari 2025.
Investor menarik dana sebesar USD293 juta dari dana emas dan logam mulia.
Hal ini terjadi setelah pembelian signifikan sepanjang tahun 2024 yang mencapai USD14,32 miliar. Likuidasi ini menjadi minggu kedua berturut-turut bagi dana komoditas menghadapi penarikan.
Baca Juga: Pecah Rekor, Aliran Dana ke Pasar Keuangan Global Tembus USD158,73 Miliar dalam Sepekan
Namun, cerita berbeda datang dari dana obligasi global, yang menerima arus masuk signifikan sebesar USD19,5 miliar. Ini menjadi arus masuk terbesar kedua dalam empat minggu terakhir.
Namun, cerita berbeda datang dari dana obligasi global, yang menerima arus masuk signifikan sebesar USD19,5 miliar. Ini menjadi arus masuk terbesar kedua dalam empat minggu terakhir.
Dana obligasi pemerintah mencatat arus masuk sebesar USD1,94 miliar, sementara dana partisipasi pinjaman mengumpulkan USD2,24 miliar.
Dilansir Reuters, Sabtu (11/1/2025), di sisi lain pasar negara berkembang, hasil investasi terlihat beragam.
Dana obligasi berhasil mematahkan tren penjualan selama empat minggu dengan arus masuk bersih sebesar USD2,38 miliar. Sebaliknya, dana ekuitas di kawasan ini mengalami arus keluar besar mencapai USD973 juta.
Tekanan yang dihadapi oleh sektor komoditas menyoroti bagaimana volatilitas pasar terus menjadi tantangan bagi para investor.
Tekanan yang dihadapi oleh sektor komoditas menyoroti bagaimana volatilitas pasar terus menjadi tantangan bagi para investor.
Namun, minat terhadap obligasi menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku pasar tetap mencari aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









