AKURAT.CO Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) disebut sebagai kandidat kuat masuk ke dalam konstituen Indeks MSCI. Rebalancing Indeks MSCI sendiri dijadwalkan mulai bulan depan. Selain dua saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu tersebut, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga disebut-sebut bakal masuk indeks MSCI.
Ketiganya berpotensi menggantikan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dalam daftar indeks tersebut. Likuiditas saham dan nilai kapitalisasi pasar (market cap) menjadi syarat utama yang harus dipenuhi untuk masuk ke Indeks MSCI.
Dikutip dari Bloomberg, Selasa (21/1/2025) Harga saham BREN yang saat ini berada di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per saham memberikan peluang besar untuk masuk ke Indeks MSCI. Market cap BREN tercatat berada di angka Rp1.300 triliun atau setara dengan USD85 miliar.
Namun, menurut analis Verdhana Sekuritas, Nicholas Goei, free float saham BREN yang hanya sebesar 3% memerlukan penyesuaian nilai market cap berdasarkan free float menjadi 1,8 kali dari batas normal. Dengan demikian, harga saham BREN harus melampaui Rp11.100 per saham agar dapat dipertimbangkan masuk ke MSCI Indonesia Standard Index.
Saham CUAN saat ini diperdagangkan di kisaran Rp14.000 per saham. Dengan free float sebesar 15%, CUAN perlu mempertahankan harga di atas Rp14.700 per saham agar memenuhi kriteria kapitalisasi pasar untuk masuk ke Indeks MSCI. Stabilitas harga saham dalam waktu dekat menjadi kunci utama keberhasilan saham ini untuk bergabung dalam indeks tersebut.
Saham BRMS yang diperdagangkan di kisaran Rp400 per saham memiliki market cap keseluruhan sekitar Rp60,75 triliun. Dengan free float sebesar 35%, market cap berdasarkan free float saham BRMS mencapai Rp21,22 triliun atau setara USD1,31 miliar.
Untuk masuk Indeks MSCI, BRMS perlu mempertahankan harga sahamnya di atas Rp485 per saham. Dengan proyeksi market cap cutoff yang meningkat, saham ini memiliki peluang signifikan untuk masuk ke daftar konstituen baru.
Nicholas memproyeksikan bahwa market cap cutoff Indeks MSCI akan naik menjadi USD1,52 miliar. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan Indeks MSCI World sebesar 2% dalam tiga bulan terakhir. Tanggal cutoff, yang menjadi penentu final perhitungan market cap, akan berakhir sembilan hari sebelum setiap akhir Februari, Mei, Agustus, dan November.
Rebalancing Indeks MSCI dilakukan secara rutin untuk memastikan indeks tetap relevan dengan kondisi pasar. Perubahan ini tidak hanya memberikan peluang bagi saham-saham yang memenuhi kriteria untuk masuk, tetapi juga berdampak pada likuiditas saham yang keluar dari indeks.
Indeks MSCI menggunakan dua indikator utama, yakni likuiditas saham dan market cap berbasis free float, untuk menentukan daftar konstituen. Dengan basis perhitungan ini, saham-saham seperti BREN, CUAN, dan BRMS memiliki peluang lebih besar untuk masuk jika mampu mempertahankan performa harga yang sesuai kriteria.
Masuknya saham-saham ini ke dalam Indeks MSCI berpotensi meningkatkan daya tariknya di mata investor, terutama investor asing. Hal ini karena indeks tersebut sering dijadikan acuan oleh pengelola dana global dalam menentukan portofolio investasi.
Peningkatan jumlah saham emiten Indonesia dalam Indeks MSCI mencerminkan pertumbuhan dan daya saing perusahaan nasional di kancah internasional. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak posisi pasar modal Indonesia dalam ekosistem global.
Dengan pertumbuhan harga saham yang positif dan upaya untuk memenuhi kriteria market cap, BREN, CUAN, dan BRMS menjadi harapan baru bagi penguatan sektor pasar modal Indonesia. Rebalancing Indeks MSCI bulan depan akan menjadi penentu apakah ketiga saham ini berhasil masuk dan memberikan dampak positif pada ekosistem investasi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









