BEI Catat 18 Perusahaan Skala Besar dalam Pipeline IPO Tahun 2025

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sebanyak 18 perusahaan dengan aset skala besar sedang bersiap untuk melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.
Perusahaan-perusahaan ini memiliki aset di atas Rp250 miliar, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa secara keseluruhan terdapat 18 perusahaan dalam pipeline IPO.
Selain 18 perusahaan beraset besar, terdapat satu perusahaan beraset menengah dengan nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Perusahaan-perusahaan yang akan melantai di bursa berasal dari berbagai sektor industri. Berdasarkan data BEI, sektor yang mendominasi adalah:
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Perkuat Penanganan Kasus PMK yang Kembali Merebak
- Barang Konsumen Primer: 6 perusahaan
- Industri: 3 perusahaan
- Energi: 2 perusahaan
- Kesehatan: 2 perusahaan
- Barang Baku: 2 perusahaan
- Barang Konsumen Non-Primer: 1 perusahaan
- Keuangan: 1 perusahaan
- Transportasi dan Logistik: 1 perusahaan
Diversifikasi ini mencerminkan potensi pertumbuhan pasar modal yang semakin luas dan inklusif, memberikan lebih banyak peluang investasi kepada pelaku pasar.
Hingga 24 Januari 2025, delapan perusahaan telah berhasil melangsungkan IPO, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp3,70 triliun.
Di sisi lain, aktivitas penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) juga mencatatkan kinerja positif.
Sebanyak delapan emisi dari tujuh penerbit EBUS telah menghimpun dana sebesar Rp8,6 triliun.
BEI juga mencatat bahwa 18 emisi dari 14 penerbit EBUS tengah berada dalam pipeline. Hal ini mengindikasikan minat perusahaan yang tinggi terhadap alternatif pembiayaan melalui penerbitan EBUS.
Hingga saat ini, belum ada perusahaan tercatat yang melakukan rights issue.
Baca Juga: Pentingnya Tata Kelola dan Kolaborasi Global dalam Pemberantasan Ekstremisme dan Terorisme
Namun, BEI melaporkan bahwa tujuh perusahaan sedang berada dalam antrean untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut, berasal dari sektor:
- Barang Baku: 3 perusahaan
- Energi: 2 perusahaan
- Kesehatan: 2 perusahaan
Pipeline IPO yang kuat dan berbagai aksi korporasi lainnya menunjukkan prospek pertumbuhan pasar modal yang positif di tahun 2025.
Kehadiran perusahaan dari berbagai sektor menawarkan peluang diversifikasi bagi investor, memberikan opsi investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga stabilitas pasar di tengah fluktuasi ekonomi global.
Baca Juga: Prabowo Kunjungi Parlemen India, Pererat Hubungan Diplomatik dan Budaya
BEI terus berupaya memperkuat infrastruktur pasar modal dan mendorong transparansi serta tata kelola yang baik di perusahaan tercatat untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Dengan pipeline yang solid, BEI optimis bahwa pasar modal Indonesia dapat mencatatkan kinerja positif dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah ini juga diharapkan dapat menarik minat investor domestik dan asing, sekaligus memperkuat posisi pasar modal Indonesia sebagai motor penggerak perekonomian nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









