Anggaran BS LPS 2024 Cuma Terealisasi 82 Persen, Buntut Keterlambatan Persetujuan dari DPR
Hefriday | 3 Februari 2025, 17:59 WIB

AKURAT.CO Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (BS LPS) berhasil mencatat efisiensi penggunaan anggaran di tahun 2024, dimana realisasi anggaran supervisi hanya mencapai 82% atau sekitar Rp9,98 miliar.
Menurut Ketua BS LPS, Suhaji Lestiadi, keterlambatan persetujuan anggaran dari DPR pada April 2024 membuat lembaganya baru bisa menjalankan tugas supervisi di kuartal kedua tahun 2024.
“Selama Januari-Maret, kami lebih banyak melakukan penguatan internal, seperti penyusunan peraturan dan SOP. Baru setelah mendapat persetujuan DPR, kami mulai bergerak untuk menjalankan program supervisi,” jelas Suhaji dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Ketua BS LPS Suhaji Lestiadi di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Baca Juga: BP LPS Fokus ke FGD dan Pemantauan Bank di 2025
Meskipun anggaran yang digunakan lebih sedikit, BS LPS tetap berhasil meningkatkan efektivitas kerja. Contohnya, jumlah forum diskusi (FGD) yang awalnya direncanakan hanya enam kali, ternyata bisa terealisasi hingga delapan kali. Begitu pula dengan kajian tematik, dari target dua kali menjadi tiga kali.
Selain itu, belanja data yang sebelumnya masih dalam tahap uji coba akan mulai diimplementasikan pada 2025. “Tahun ini kami belum mengeluarkan biaya untuk belanja data karena masih dalam tahap trial. Tahun depan, anggaran ini akan digunakan secara penuh,” ujar Suhaji.
Meskipun anggaran yang digunakan lebih sedikit, BS LPS tetap berhasil meningkatkan efektivitas kerja. Contohnya, jumlah forum diskusi (FGD) yang awalnya direncanakan hanya enam kali, ternyata bisa terealisasi hingga delapan kali. Begitu pula dengan kajian tematik, dari target dua kali menjadi tiga kali.
Selain itu, belanja data yang sebelumnya masih dalam tahap uji coba akan mulai diimplementasikan pada 2025. “Tahun ini kami belum mengeluarkan biaya untuk belanja data karena masih dalam tahap trial. Tahun depan, anggaran ini akan digunakan secara penuh,” ujar Suhaji.
Efisiensi ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi keterbatasan waktu dan anggaran, BS LPS tetap mampu menjalankan fungsinya dengan optimal.
Diharapkan dengan alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran, lembaga ini berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengawasannya terhadap perbankan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









