Akurat
Pemprov Sumsel

Generasi Muda Suka Bikin Keputusan Impulsif, Paylater Kerap Disalahgunakan Untuk Tujuan Konsumtif

Hefriday | 25 Februari 2025, 17:24 WIB
Generasi Muda Suka Bikin Keputusan Impulsif, Paylater Kerap Disalahgunakan Untuk Tujuan Konsumtif

AKURAT.CO Generasi muda disebut rentan terhadap keputusan impulsif. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri paylater di Tanah Air.

Seperti diketahui, layanan paylater semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama di antara generasi muda. 

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penggunaan paylater tumbuh sebesar 61,90% secara tahunan per November 2024.

Sementara itu, hasil riset dari Kredivo dan Katadata Insight Center mengungkap bahwa 70,4% pengguna Paylater berasal dari kelompok usia 18–35 tahun. 

Tren ini memang membuka peluang besar bagi sektor keuangan untuk mengakselerasi transaksi digital dan meningkatkan inklusi keuangan.
 
 
Namun demikian, di balik potensi tersebut terdapat risiko konsumsionisme berlebih yang dapat menekan kondisi finansial individu jika tidak diimbangi dengan manajemen keuangan yang baik.
 
Disya Arinda, M.Psi., Psikolog Klinis, mengingatkan bahwa generasi muda cenderung rentan terhadap keputusan impulsif. Mereka mudah terpapar tren jangka pendek yang dapat mempengaruhi keputusan finansial.
 
"Tanpa kesiapan dan perencanaan, layanan keuangan apa pun, termasuk Paylater, berisiko disalahgunakan untuk tujuan konsumtif yang tidak sehat,” ujar Disya dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (25/2/2025).
 
Disya pun menganjurkan agar ada proses rasionalisasi seperti "Apakah ini benar-benar diperlukan? Mampukah saya melunasi cicilannya?" menjadi kunci agar layanan pembiayaan ini tidak berubah menjadi beban di kemudian hari. Lebih jauh lagi, kesadaran akan dampak psikologis dari penggunaan layanan ini juga perlu ditingkatkan. 
 
“Seringkali saat sedang terdesak atau ‘BU’ (Butuh Uang), kita ingin segera mengambil keputusan. Padahal, keputusan yang diambil dalam kepanikan bisa berdampak negatif secara finansial maupun psikologis,” tukas Disya. 
 
Tren konsumerisme di kalangan generasi muda juga diperparah oleh fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan You Only Live Once (YOLO).
 
Riset GlobalWebIndex mencatat bahwa 62% individu berusia 16–34 tahun mengalami FOMO. Data Riset OCBC, 80% generasi muda menghabiskan uang untuk mengikuti gaya hidup teman-temannya.
 
Hal ini menandakan bahwa tekanan sosial dan psikologis turut mendorong penggunaan Paylater secara berlebihan.
 
Merespons dinamika tersebut, SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari mengatakan Kredivo sebagai pelopor layanan Paylater di Indonesia menekankan pentingnya edukasi penggunaan secara bijak.
 
“Kredivo percaya bahwa Paylater adalah instrumen keuangan yang dapat membantu pengguna memenuhi berbagai kebutuhan dan meningkatkan kualitas hidup, bukan sebagai sarana untuk gaya hidup boros dan berlebihan," ujar Indina. 
 
Perusahaan ini juga menerapkan prinsip responsible lending dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence untuk meninjau limit kredit secara berkala sesuai kemampuan bayar pengguna.
 
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara peningkatan transaksi digital dengan pengendalian risiko kredit.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa