Adik Prabowo Sebut Danantara Bakal Disuntik USD20 Miliar per Tahun

AKURAT.CO Pemerintah bakal menyuntik dana USD20 Miliar setiap tahun atau setara Rp331 triliun (kurs Rp16.543) kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
"Pemerintah bermaksud untuk menyuntikkan dana tunai sebesar USD20 miliar per tahun dari anggaran negara, setiap tahunnya. Selama Prabowo masih menjadi presiden. Semoga (bisa menjabat) 10 tahun," jelas Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo dikutip Jumat (28/2/2025).
Diungkapkan Hashim, dana USD20 miliar per tahun itu akan digunakan untuk mendanai beragam proyek transisi energi. Namun nantinya, Danantara tidak tidak akan membiayai proyek-proyek tersebut secara mandiri.
Baca Juga: Danantara, Bayi Disuruh Lari (Bagian I)
"Idenya adalah untuk mengundang seluruh investor untuk datang berinvestasi dalam proyek-proyek yang layak dan boleh saya katakan, proyek ramah lingkungan. Jadi, idenya adalah untuk mendanai dan menggerakkan transisi energi hijau ini," tutur Hashim.
Dalam kesempatan sebelumnya, Hashim mengungkapkan bahwa dana USD20 miliar itu sengaja direalokasikan kepada Danantara sebagai upaya mengurangi kebocoran anggaran pemerintah agar tidak gunakan untuk acara yang tidak penting.
"Kenapa? Karena APBN kita tetap akan bertumbuh. Tapi kebocoran-kebocoran, lemak-lemak, fat-fat, program konyol. Itu tetap akan dihapuskan. Jadi USD20 miliar ini setiap tahun," urainya.
Adik kandung Presiden Prabowo Subianto ini juga menyampaikan bahwa dengan efisiensi anggaran USD20 miliar per tahun, maka dalam 5 tahun masa pemerintahan Prabowo akan terkumpul ekuitas hingga USD100 miliar.
Bahkan, Hashim mengklaim jumlah tersebut diprediksi bakal makin bertumbuh 3-4 kali lipat, apabila jika pemerintah memilih untuk mengivestasikan hasil efisiensi anggaran itu.
"Danantara co-invest 50 persen dengan asing. USD 20 miliar plus USD20 miliar, itu USD40 miliar kan? Itu ekuitas, kita. Dan kemudian kita leverage 3 kali, 4 kali. Mungkin negara bisa lebih, kalau swasta kan nggak bisa. Artinya proyek, USD40 miliar ekuitas, dikali 3-4. Itu USD160 miliar satu tahun," papar Hashim.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bakal mengucurkan hasil efisiensi anggaran sebesar USD20 miliar kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
Prabowo membeberkan, angka ini diperoleh dari nilai penghematan yang dilakukan negara dalam tiga putaran di mana totalnya mencapai USD44 miliar atau Rp750 triliun.
Kepala Negara merincikan USD24 miliar akan dialokasikan untuk pembiayaan program makan bergizi gratis. Sedangkan sisanya, senilai USD20 miliar akan ia kucurkan kepada Danantara untuk diinvestasikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









