Survei KedaiKOPI: Mayoritas Publik Percaya pada Transparansi Danantara

AKURAT.CO Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari masyarakat.
Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei KedaiKOPI yang dirilis pada Selasa (11/3/2025), sebanyak 62,3 persen responden menyatakan percaya bahwa Danantara mampu mengelola investasi secara transparan.
Namun, survei tersebut juga menunjukkan bahwa 37,7 persen responden masih meragukan kinerja Danantara, terutama karena kekhawatiran akan potensi korupsi dan kurangnya sosialisasi terkait regulasi yang jelas.
"Kalau melihat hasil survei, Danantara bisa mengarahkan investasi mereka ke arah strategis seperti emas dan instrumen lain yang juga dipercaya masyarakat," ujar Direktur Riset dan Komunikasi Lembaga Survei KedaiKOPI, Ibnu Dwi Cahyo, dalam keterangannya, Rabu (12/3/2025).
Survei bertajuk "Pola Penggunaan Produk Investasi" ini dilakukan pada 20-27 Februari 2025, dengan melibatkan 900 responden melalui metode online Computer Assisted Self-Interviewing (CASI).
Survei juga mengungkap bahwa mayoritas masyarakat lebih tertarik berinvestasi pada emas perhiasan. Berikut adalah preferensi investasi publik yang terungkap:
- Emas perhiasan: 49,9 persen
- Saham: 38,4 persen
- Reksa dana: 36,6 persen
- Emas batangan: 35,6 persen
- Properti: 28,9 persen
- Cryptocurrency: 22,1 persen
Ibnu menjelaskan, emas—baik perhiasan maupun batangan—dianggap sebagai instrumen paling efisien dengan persentase masing-masing 28,7 persen dan 20,1 persen. Disusul oleh properti (12,2 persen) dan saham (10,4 persen).
Menurutnya, preferensi masyarakat terhadap instrumen seperti emas dan saham menunjukkan potensi besar bagi Danantara untuk mengarahkan investasi ke sektor-sektor strategis yang diminati publik.
Meski minat investasi meningkat, masih ada 26,8 persen responden yang belum berinvestasi. Mayoritas dari mereka mengaku terkendala oleh keterbatasan dana (62,2 persen) dan kurangnya pengetahuan (22,6 persen).
Dari 73,2 persen responden yang telah berinvestasi, mayoritas memilih instrumen risiko rendah seperti emas dan reksa dana. Hanya 17 persen yang berani mengambil risiko tinggi.
"Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, 60 persen responden lebih memilih menabung dan berinvestasi, dengan 47,1 persen di antaranya meyakini bahwa investasi dapat menambah penghasilan," kata Ibnu.
Baca Juga: Inul Daratista Bersyukur Bisa Cium Ka'bah Saat Umrah
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa sebanyak 85,7 persen masyarakat menganggap investasi penting untuk rencana jangka panjang, dan 75,6 persen di antaranya memilih berinvestasi jangka panjang agar memiliki dana untuk masa tua.
Ibnu menekankan bahwa jika transparansi dikelola dengan baik, Danantara dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap investasi yang dikelolanya.
“Peran Danantara menjadi krusial. Jika berhasil mengelola dana secara transparan, kepercayaan masyarakat terhadap investasi akan semakin kuat, terutama dalam mengoptimalkan pola investasi yang sudah berkembang seperti emas dan saham,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









