IHSG Berpeluang Sentuh 6.700, Simak Level Kunci Serta Beberapa Saham Pilihan!

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan menuju level 6.700 pada Kamis (13/3/2025). IHSG hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang support 6.246-6.361 dan resistance 6.698-6.818.
Setelah alami kenaikan 1,82% ke level 6.665, IHSG kini telah menembus garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), yang menjadi sinyal positif bagi kelanjutan tren penguatan.
Dikutip dari laman Investor, hasil riset analis MNC Sekuritas menjelaskan apabila IHSG mampu menembus level 6.682, maka indeks berpotensi membentuk wave (c) dari wave [y].
Dengan demikian, IHSG berpeluang menguji level 6.686-6.762 sebagai area penguatan terdekat. Namun, jika gagal menembus 6.682, IHSG masih rawan mengalami koreksi ke rentang 6.408-6.484.
Baca Juga: IHSG Melemah 37,78 Poin ke 6.598,21, Sektor Barang Baku Serta Industri Kian Tertekan
Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan indeks masih cukup fluktuatif, sehingga investor perlu berhati-hati dalam menentukan strategi investasi.
Sebagai respons terhadap kondisi pasar saat ini, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi trading untuk beberapa saham unggulan, di antaranya AKRA, BMRI, HRUM, dan BBRI. Saham-saham tersebut memiliki potensi pergerakan signifikan berdasarkan analisis teknikal yang dilakukan.
Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengalami kenaikan 1,95% ke level 1.305, didukung oleh volume pembelian yang cukup besar. MNC Sekuritas memperkirakan AKRA saat ini berada di awal wave [iii] dari wave C, yang membuka peluang untuk melanjutkan tren penguatan.
Rekomendasi untuk AKRA adalah Buy on Weakness di kisaran harga 1.250-1.300, dengan target harga di 1.350 dan 1.415, serta stop loss di bawah 1.230.
Baca Juga: IHSG Melonjak! Sentimen Positif Pasar Kerek Indeks ke Level 6.762
Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatatkan penguatan sebesar 2,95% ke level 4.880.
Meski masih didominasi oleh volume pembelian, BMRI saat ini diperkirakan berada dalam wave [v] dari wave C, sehingga berpotensi mengalami koreksi sementara sebelum kembali melanjutkan tren kenaikan.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness di kisaran 4.380-4.590, dengan target harga 5.050 dan 5.550, serta stop loss di bawah 4.330.
Di sisi lain, saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) mengalami koreksi sebesar 1,97% ke level 745 akibat tekanan jual yang meningkat.
Berdasarkan analisis teknikal, HRUM saat ini berada di awal wave (v) dari wave [c] dari wave Y, yang menunjukkan potensi pelemahan lebih lanjut.
Oleh karena itu, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Sell on Strength di kisaran harga 755-775, dengan proyeksi koreksi ke rentang 600-660.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga mengalami kenaikan 2,64% ke level 3.890, dengan volume pembelian yang cukup tinggi. Namun, dalam skenario hitam, BBRI masih berpotensi mengalami koreksi untuk membentuk wave [c] dari wave 2.
Sebaliknya, jika mampu menembus level 3.990, maka skenario merah akan berjalan dan saham ini berpeluang melanjutkan tren kenaikan. Rekomendasi untuk BBRI adalah Buy on Weakness di kisaran harga 3.490-3.750, dengan target harga 4.050 dan 4.290, serta stop loss di bawah 3.360.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini masih dipengaruhi oleh sentimen global maupun domestik. Penguatan indeks di Wall Street, terutama pada sektor teknologi, menjadi faktor pendukung bagi pasar saham di Indonesia.
Namun, investor tetap perlu waspada terhadap potensi volatilitas yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dalam kondisi pasar yang dinamis ini, investor disarankan untuk tetap menerapkan manajemen risiko yang baik.
Strategi Buy on Weakness dapat dimanfaatkan untuk saham yang memiliki prospek positif dalam jangka panjang, sementara strategi Sell on Strength bisa digunakan untuk mengambil keuntungan sebelum potensi koreksi terjadi.
Selain itu, penguatan IHSG yang saat ini berada di atas MA20 dapat menjadi indikasi bahwa tren positif masih berlanjut.
Namun, pelaku pasar harus memperhatikan level resistance kunci di 6.682 dan 6.762 untuk memastikan keberlanjutan tren kenaikan. Jika gagal menembus level tersebut, koreksi dalam jangka pendek masih bisa terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









