AKURAT.CO Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) semakin menarik perhatian investor tahun ini, seiring dengan derasnya pasokan kontrak baru yang berhasil diraih oleh perusahaan kontraktor pertambangan dan EPC ini.
Berbagai upaya strategis yang dilakukan oleh PT Petrosea Tbk diyakini akan mendongkrak kinerja keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan di tahun mendatang.
Dikutip dari riset NH Korindo, Minggu (16/3/2025), PT Petrosea Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 24,5% menjadi Rp10,96 triliun pada tahun 2024.
Dari total pendapatan tersebut, segmen bisnis kontraktor tambang menyumbang Rp5,5 triliun, menjadikannya kontributor utama yang mendukung kinerja perusahaan.
Selain segmen kontraktor tambang, pendapatan dari segmen EPC PTRO melonjak hingga 91% menjadi Rp4,7 triliun.
Lonjakan ini terjadi seiring dengan pergeseran strategi perusahaan yang mulai beralih ke proyek-proyek yang lebih menguntungkan, yang diharapkan dapat memperkuat margin keuntungan ke depan.
Lebih menarik lagi, PT Petrosea Tbk telah berhasil meraih sejumlah kontrak baru senilai Rp64,3 triliun sepanjang tahun 2024.
Salah satu pencapaian signifikan adalah penandatanganan kontrak senilai USD1 miliar dengan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada Januari 2025, yang membuka peluang besar bagi ekspansi bisnis perusahaan.
Untuk mendukung eksekusi kontrak-kontrak baru tersebut, PTRO mengalokasikan capex sebesar USD 400 juta selama periode 2024-2025.
"Akhir 2024, sebesar 33,5% alokasi capex sudah dipakai, sedangkan sisanya digulirkan semester I tahun ini," ungkap laporan NH Korindo pada Minggu (16/3/2025).
NH Korindo juga memprediksi laba bersih PT Petrosea akan tumbuh kuat tahun ini. Selain kontrak besar dari Vale, perusahaan juga meraup kontrak-kontrak pertambangan dan EPC dengan beberapa perusahaan besar, seperti model Pasir Bara Prima, BP Berau, dan Global Bara Mandiri.
Meski MSCI belum memasukkan PTRO dalam rebalancing terakhir, para pelaku pasar diyakini akan memasukkan saham ini dalam rebalancing Mei 2025.
Di sisi lain, strategi agresif PTRO dalam menggarap segmen EPC dipandang mampu memitigasi dampak negatif dari penurunan harga batu bara.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan stabilitas pada pendapatan perusahaan, meskipun harga batu bara global mengalami fluktuasi.
NH Korindo memberikan rekomendasi "buy" untuk saham PT Petrosea dengan target harga Rp4.300, mencerminkan potensi kenaikan sebesar 48% dari harga terakhir yang tercatat di Rp2.900.
Saat ini, PTRO diperdagangkan dengan rasio EV/EBITDA sebesar 23,2 kali, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pesaing sebesar 18,5 kali.
Para analis laman Investor memprediksi EBITDA PT Petrosea akan mencapai Rp2,68 triliun pada tahun 2027, sehingga target harga Rp4.300 dengan EV/EBITDA 18,6 kali dinilai sudah cukup wajar untuk mengantisipasi potensi pertumbuhan jangka panjang.
"Risiko saham PTRO adalah volatilitas harga komoditas, penundaan proyek, dan perubahan kebijakan pemerintah," tulis riset NH Korindo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










