Pembentukan 80 Ribu Koperasi Merah Putih Untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem di Desa
Demi Ermansyah | 24 Maret 2025, 22:22 WIB

AKURAT.CO Pemerintah semakin serius dalam mempercepat pembangunan ekonomi pedesaan dengan menghadirkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Menteri Koperasi (Menkop), Budi Arie Setiadi memastikan bahwa program ini bukan hanya gagasan semata tetapi akan menjadi stimulus nyata bagi pemerintah desa dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Saat ini, Kementerian Koperasi (Kemenkop) gencar melakukan sosialisasi Kopdes Merah Putih, salah satunya melalui Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Program ini juga disebut sebagai pelengkap bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di mana keduanya akan berjalan berdampingan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di desa.
Menkop Budi Arie menekankan bahwa selama ini banyak desa yang belum mampu menggali potensi ekonomi mereka secara maksimal.
Dengan adanya sinergi antara BUMDes sebagai lembaga milik desa dan Kopdes sebagai entitas usaha milik masyarakat, desa diharapkan bisa lebih mandiri dalam mengelola sumber daya yang mereka miliki.
“Dari segi kepemilikan itu sudah berbeda, jadi nanti kita harapkan Kopdes sebagai milik masyarakat dapat bahu-membahu membangun ekonomi kerakyatan melalui koperasi ini,” ujar Budi Arie dalam sosialisasi bersama APKASI, Senin (24/03/2025).
Sejalan dengan itu, Pejabat Sementara (PJs) Ketua Umum APKASI, Mochamad Nur Arifin, menegaskan bahwa banyak koperasi daerah yang siap bertransformasi menjadi Kopdes Merah Putih.
Menurutnya, gairah masyarakat untuk berkoperasi sudah besar, hanya saja perlu proses yang jelas agar pelaksanaannya bisa berjalan lancar.
“Kami siap mendukung. Intinya, Kopdes akan semakin memperkuat peran BUMDes dalam membangun ekonomi masyarakat di desa,” ujar Nur Arifin.
Salah satu tujuan utama dari pembentukan 80.000 Kopdes Merah Putih adalah untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di desa.
Keberadaan koperasi ini diharapkan memutus rantai tengkulak dan rentenir, serta memberikan solusi keuangan yang lebih sehat bagi masyarakat desa.
Jika setiap desa memiliki satu Kopdes dengan dana kelolaan sekitar Rp5 miliar, maka potensi perputaran ekonomi yang tercipta bisa mencapai ratusan triliun rupiah. Ini tentu menjadi peluang besar bagi desa untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Namun, untuk mewujudkan program ini, pemerintah masih merancang Instruksi Presiden (Inpres) agar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, dapat bersinergi dan berkolaborasi lebih erat.
Kopdes Merah Putih diharapkan bisa segera diluncurkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.
Dengan langkah konkret dan dukungan penuh dari pemerintah serta masyarakat, koperasi desa ini berpotensi menjadi tonggak penting dalam kebangkitan ekonomi pedesaan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










