Akurat
Pemprov Sumsel

IHSG Diprediksi Bergerak Variatif dan Cenderung Melemah, Ini Rekomendasi Saham Minggu Ini

Hefriday | 21 April 2025, 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Variatif dan Cenderung Melemah, Ini Rekomendasi Saham Minggu Ini

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak variatif cenderung melemah pada pekan perdagangan 21-25 April 2025.

Hal ini menyusul tren pergerakan pekan lalu yang ditutup menguat 2,81% pada Kamis (17/4/2025), meskipun investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup signifikan mencapai lebih dari Rp13,6 triliun.

Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indri Liftiany Travelin Yunus menyampaikan, hanya sektor keuangan yang mengalami koreksi sebesar -0,17%, dipengaruhi oleh penurunan saham perbankan besar saat memasuki periode ex-date dividen.

Sementara itu, sektor Basic Materials dan Infrastruktur mencatatkan penguatan tertinggi, masing-masing tumbuh +10,47% dan +7,21%.

"Pergerakan IHSG pekan lalu menunjukkan pola mark up with distribution, ditopang oleh musim laporan keuangan dan pembagian dividen atas kinerja tahun buku 2024," ujar Indri dalam keterangan, Senin (21/4/2025).

Baca Juga: IHSG Masih Akan Bergerak Terbatas, Saham Emiten Emas Patut Diburu

Sentimen eksternal masih menjadi perhatian utama pelaku pasar, terutama terkait kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif impor atas produk asal China menjadi 245%, direspons China dengan tarif balasan sebesar 125%. Ketua The Fed Jerome Powell turut menegaskan bahwa inflasi AS kemungkinan naik akibat kebijakan tarif tersebut.

Selain itu, pernyataan dari Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, turut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga acuan AS akan dipertahankan lebih lama, hingga akhir 2025, guna meredam tekanan inflasi.

Di sisi lain, dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati data Neraca Dagang Indonesia yang diperkirakan masih surplus meskipun berpotensi turun ke USD2,45 miliar.

Penurunan ini disebabkan melemahnya ekspor imbas dari perang dagang global. Bank Indonesia sendiri diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.

Indri memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang support 6.150 dan resistance 6.700. Ia menyarankan investor tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang tinggi dan kecenderungan pasar untuk mengadopsi strategi jangka pendek seperti scalping atau profit-taking cepat.

Baca Juga: IHSG Diteropong Terkurung di Kisaran 6.500 dalam Jangka Pendek

Untuk itu, Indo Premier Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham dan instrumen investasi yang patut dicermati oleh investor untuk Senin (21/4/2205).

Buy JPFA (Japfa Comfeed Indonesia Tbk). Harga saat ini: Rp2.010 Target: Rp2.180 (8,46%) Stop loss: Rp1.915 (-4,73%) JPFA dinilai menarik karena berada dalam fase konsolidasi kuat dan akan membagikan dividen sebesar Rp70/saham (dividend yield 3,4%). Jika mampu menembus level 2.080, saham ini berpotensi menuju target 2.180.

Buy JSMR (Jasa Marga Tbk). Harga saat ini: Rp4.290 Target: Rp4.590 (6,99%) Stop loss: Rp4.150 (-3,26%) JSMR mencetak candlestick marubozu kuat dan telah menembus rata-rata pergerakan (EMA) 5, 20, dan 50 hari. Volume transaksi yang tinggi menjadi sinyal penguatan lanjutan.

Buy on Pullback PTBA (Bukit Asam Tbk) Harga saat ini: Rp2.730 Entry: Rp2.680–2.700 Target: Rp2.830 (5,60%) Stop loss: Rp2.610 (-2,61%) PTBA berada di tren naik kuat (strong uptrend) dan masih mempertahankan posisi di atas EMA 5. Potensi breakout dari 2.770 bisa mendorong harga hingga 2.830.

Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). ETF ini direkomendasikan seiring berlangsungnya musim pembagian dividen dan laporan keuangan.

XIHD berisi saham-saham yang konsisten memberikan dividen, cocok untuk investor yang mengejar pendapatan pasif dan kestabilan dalam jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dengan banyaknya sentimen global dan domestik yang masih bergejolak, investor disarankan untuk menerapkan strategi disiplin, menyesuaikan dengan profil risiko, dan tidak terburu-buru mengambil keputusan tanpa analisis mendalam.

Pekan ini, pasar saham Indonesia diprediksi bergerak dalam tekanan dengan kecenderungan melemah. Meski demikian, peluang tetap terbuka bagi investor yang cermat membaca momentum, khususnya melalui saham berbasis dividen dan sektor yang masih menunjukkan tren penguatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa