Trump Salahkan Joe Biden atas Anjloknya Pasar Saham dan Ekonomi AS

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyalahkan mantan Presiden Joe Biden atas anjloknya pasar saham dan lemahnya data ekonomi yang dirilis awal kuartal pertama 2025. Dalam rapat kabinet yang digelar Jumat (4/4/2025), Trump mengatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya, bukan akibat kebijakan yang ia terapkan.
"Ini salah Biden. Bukan Trump," tegas Trump dalam pernyataan pembukaannya. Dirinya juga meminta publik memberikan waktu untuk menilai dampak kebijakan ekonominya.
“Beri kami toleransi untuk bulan pertama. Kami masih menyesuaikan diri dengan keadaan,” tambahnya.
Baca Juga: Aksi May Day Tampilkan Ogoh-Ogoh Donald Trump, Simbol Kritik Kapitalisme Global
Dikutip dari laman reuters, produk domestik bruto (PDB) yang telah disesuaikan dengan inflasi turun 0,3% secara tahunan pada kuartal pertama 2025. Penurunan ini jauh dari rata-rata pertumbuhan normal sekitar 3%. Penyebab utama melemahnya PDB adalah penurunan ekspor netto yang menyumbang hampir lima poin persentase negatif.
Trump berupaya mengalihkan fokus ke sisi positif dari laporan tersebut, seperti peningkatan belanja konsumen dan lonjakan pembelian peralatan bisnis.
“Butuh waktu untuk membangun fasilitas-fasilitas itu, tapi mereka datang dengan angka besar,” katanya.
Sementara itu, mantan juru bicara Gedung Putih era Biden, Andrew Bates, membantah keras tudingan Trump.
Dirinya menyatakan bahwa Biden meninggalkan ekonomi dalam kondisi sangat kuat.
“Joe Biden menyerahkan ekonomi terbaik di dunia kepada Donald Trump,” tegas Bates.
Indeks saham S&P 500, yang sempat naik selama masa jabatan Biden, kini mencatat penurunan sekitar 7% sejak Trump kembali dilantik. Para investor khawatir bahwa ketidakpastian tarif dan lambannya pemulihan ekonomi akan memperparah krisis.
Baca Juga: Prabowo Masih Menanti Pertemuan dengan Donald Trump, Bahas Kebijakan Tarif AS
Dalam unggahan di media sosial, Trump juga meminta investor untuk bersabar dan kembali menuding Biden sebagai penyebab utama gejolak pasar.
"Tidak ada hubungannya dengan tarif, ini semua karena dia (Biden) selepas warisannya meninggalkan Amerika dengan pertumbuhan ekonomi yang buruk," tulisnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








