AKURAT.CO Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tengah menunjukkan performa mengesankan di pasar modal.
Dalam sepekan terakhir, harga saham DEWA tercatat melonjak signifikan, menarik perhatian para pelaku pasar dan investor ritel yang memburu peluang cuan di tengah tren penguatan harga.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Mei 2025, saham DEWA ditutup naik 5,3% ke level Rp138 per lembar. Kenaikan ini melanjutkan tren positif selama sebulan terakhir, di mana saham DEWA telah menguat lebih dari 51%.
Performa moncer ini tidak lepas dari rilis laporan keuangan kuartal I-2025 yang menunjukkan lonjakan laba bersih secara signifikan.
Emiten kontraktor tambang itu membukukan laba bersih sebesar Rp69 miliar, melonjak tajam dari kuartal sebelumnya yang hanya Rp7 miliar, tumbuh hampir 900% secara kuartalan (qoq).
Baca Juga: 3.791 Hektare Direklamasi, MIND ID dan Vale Indonesia Wujudkan Tambang Lestari di Sulawesi
Menurut Analis Stockbit Sekuritas, Hendriko Gani, perbaikan kinerja DEWA didorong oleh peningkatan efisiensi operasional dan transformasi model bisnis.
"Pencapaian ini didukung oleh ekspansi seluruh margin laba, termasuk penurunan beban pokok penjualan dan pengurangan beban usaha," ujar Hendriko dalam keterangannya, Minggu (4/5/2025).
Transformasi model bisnis DEWA dari subkontraktor alat berat menjadi pelaksana langsung (in-house execution) diyakini menjadi katalis utama pertumbuhan berkelanjutan.
Margin laba usaha perusahaan melonjak menjadi 11,7%, sementara margin laba bersih naik menjadi 4,3% pada kuartal I-2025.
Optimisme juga datang dari Sucor Sekuritas, yang memperkirakan laba bersih DEWA akan terus tumbuh hingga 2027.
Perusahaan diproyeksi mencatat laba bersih Rp421 miliar pada 2027, naik tajam dari Rp16 miliar di tahun 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) mencapai 195%.
Tak hanya itu, proyeksi pendapatan DEWA pun ikut melesat. Dengan peningkatan volume pekerjaan overburden removal menjadi 120 juta bank cubic meter (bcm) pada 2028, pendapatan perseroan diprediksi menembus angka Rp7,1 triliun.
Pasca restrukturisasi utang, kondisi keuangan DEWA juga kian sehat. Debt to Equity Ratio (DER) tercatat hanya 0,2 kali, dan rasio utang terhadap EBITDA sebesar 1,3 kali.
Kondisi ini menandakan profil keuangan yang lebih stabil dan biaya pendanaan yang lebih rendah, yang pada akhirnya mendukung profitabilitas jangka panjang.
Investasi jangka menengah juga terus digenjot. Perseroan berencana mengucurkan belanja modal (capex) sebesar Rp3,4 triliun selama periode 2025-2027, dengan estimasi free cash flow mencapai Rp1 triliun pada akhir 2027.
Kerja sama strategis dengan Grup Salim dan Ithaca Resources juga berpotensi membuka peluang kontrak baru hingga 100 juta bcm, di luar kerja sama yang selama ini dijalankan dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Proyek tambang emas Gayo di Aceh turut menjadi sorotan. Proyek ini diperkirakan akan menjadi katalis tambahan dalam mendorong pertumbuhan DEWA, terutama dari sisi diversifikasi pendapatan dan ekspansi pasar baru.
Sucor Sekuritas menetapkan target harga saham DEWA sebesar Rp300 per lembar. Dengan harga penutupan terakhir di Rp138, potensi kenaikan mencapai 117 persen.
Prospek cerah inilah yang menjadikan saham DEWA sebagai salah satu pilihan menarik di tengah volatilitas pasar saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










