Moody’s Turunkan Peringkat Kredit AS, Ketahanan Ekonomi Amerika Dipertanyakan

AKURAT.CO Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah Moody’s Ratings menurunkan peringkat kredit negara tersebut dari Aaa menjadi Aa1 pada Sabtu (17/5/2025).
Penurunan tersebut menyusul jejak Fitch Ratings dan S&P Global yang lebih dahulu memangkas status triple-A, menjadikan Moody’s sebagai lembaga pemeringkat terakhir yang mencabut peringkat tertinggi AS.
Moody’s menilai, kekuatan ekonomi dan keuangan AS tak lagi cukup untuk menyeimbangi memburuknya indikator fiskal, khususnya defisit anggaran yang membengkak dan terus meningkat.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari reuters, Moody’s menyebut ketidakefektifan politik fiskal yang terus-menerus menjadi penyebab utama. Kongres dan pemerintahan AS dinilai gagal mengendalikan belanja dan pendapatan negara.
Baca Juga: Ekonomi RI Tahan Banting, Moody's Beri Penilaian Positif
“Pelemahan posisi fiskal secara struktural, dipicu oleh ketidaksepakatan politik jangka panjang, menjadi risiko signifikan terhadap ketahanan ekonomi jangka panjang AS,” tulis Moody’s.
Pasar keuangan langsung bereaksi. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik menjadi 4,49%, sementara ETF S&P 500 turun 0,6%.
Analis mengkhawatirkan bahwa penurunan ini bisa membuat investor menuntut imbal hasil lebih tinggi atas obligasi AS, menambah beban bunga utang.
Defisit anggaran federal AS kini mendekati USD2 triliun per tahun, atau lebih dari 6% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Moody’s memperkirakan defisit akan terus melebar hingga hampir 9% pada 2035.
Baca Juga: Ini Reaksi Bos BI Dengar Moody's Pertahankan Rating Kredit RI
Dalam jangka panjang, tekanan akan datang dari program sosial seperti Medicare dan Jaminan Sosial, serta biaya bunga yang semakin tinggi seiring tren suku bunga global.
Menteri Keuangan AS telah memperingatkan risiko krisis keuangan jika tren ini tidak segera ditangani. Namun pembahasan reformasi pajak dan anggaran di Kongres masih menemui jalan buntu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








