Tips Efektif Ajarkan Anak Menabung Sejak Dini dari Uang Saku Sekolah

AKURAT.CO Menanamkan kebiasaan menabung sejak usia dini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. Salah satu momen terbaik untuk memulainya adalah ketika masih duduk di bangku sekolah. Meski penghasilan anak sekolah biasanya hanya berasal dari uang saku, bukan berarti mereka tak bisa menabung.
Menabung bukan soal besar kecilnya jumlah, tapi soal niat dan konsistensi. Dengan mengelola uang saku harian secara cermat, anak-anak dapat melatih diri untuk hidup hemat dan bertanggung jawab terhadap keuangan pribadi mereka.
Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (8/6/2025), langkah awal yang bisa dilakukan adalah menetapkan tujuan menabung. Misalnya untuk membeli sepatu idaman, mainan edukatif, atau membantu orang tua dalam keperluan tertentu. Tujuan ini bisa menjadi motivasi agar anak tidak mudah tergoda menggunakan uangnya untuk keperluan yang tidak penting.
Baca Juga: Kakeibo, Metode Menabung Orang Jepang Yang Efektif
Selanjutnya, penting untuk menyediakan tempat khusus menabung seperti celengan. Pilihlah celengan yang menarik atau bahkan transparan agar anak bisa melihat uangnya bertambah, sehingga mereka lebih semangat dalam menabung.
Strategi yang sederhana dan efektif adalah menyisihkan sebagian kecil dari uang saku harian. Misalnya, dari uang saku Rp10.000, anak bisa menyisihkan Rp2.000 setiap harinya. Dalam sebulan, jumlahnya bisa mencapai Rp60.000, cukup untuk membeli kebutuhan kecil tanpa harus meminta tambahan uang kepada orang tua.
Selain itu, anak juga dapat membawa bekal dari rumah sebagai upaya mengurangi pengeluaran jajan. Bekal yang dibawa dari rumah tidak hanya lebih hemat, tetapi juga bisa lebih sehat karena dikontrol oleh orang tua.
Langkah selanjutnya adalah membiasakan diri mencatat pengeluaran. Meski masih anak sekolah, mencatat pemasukan dan pengeluaran bisa melatih keterampilan finansial sejak dini. Anak jadi tahu ke mana saja uang mereka digunakan.
Baca Juga: Fitur 'Tagih Uang' Lengkapi Saku Bareng di Raya App, Ajak Komunitas Menabung Hingga 300 Anggota
Orang tua juga memegang peran penting dalam mendukung kebiasaan menabung. Mereka bisa memberi pujian atau hadiah kecil saat anak berhasil mencapai target tabungan. Dukungan ini akan memperkuat motivasi anak dalam menjaga kebiasaan baik tersebut.
Menghindari pengeluaran impulsif juga menjadi kunci. Anak-anak perlu belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya, membeli alat tulis karena kehabisan termasuk kebutuhan, tapi membeli mainan karena tergiur iklan adalah keinginan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









