Sri Mulyani Waspadai Dampak Geopolitik dan Kebijakan Fiskal AS terhadap RI

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan peringatan keras terkait eskalasi risiko ekonomi global yang muncul dari dua sisi konflik geopolitik Iran-Israel dan ketidakpastian arah kebijakan fiskal Amerika Serikat (AS).
Kombinasi kedua faktor tersebut dinilai berpotensi menciptakan tekanan berlapis terhadap ekonomi Indonesia.
Dalam konferensi pers APBN Kita yang digelar Selasa (17/6/2025) lalu , Sri Mulyani mengungkapkan bahwa lonjakan harga minyak hampir 9% pascakonflik Iran-Israel mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dunia.
Baca Juga: Menkeu Tegaskan Peran Swasta dan Mitra Internasional dalam Pembangunan Infrastruktur
Situasi ini diperburuk oleh kebijakan perdagangan proteksionis dan ketidakpastian fiskal dari Washington.
“Ini menyebabkan dampak ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Pergerakan nilai tukar dan suku bunga global sangat dipengaruhi oleh dinamika ini,” ujarnya.
Sri Mulyani juga menggarisbawahi proposal fiskal yang digulirkan era Presiden Donald Trump, yang dinilainya tidak kredibel dan berisiko memperlebar defisit fiskal AS hingga lebih dari USD10 triliun dalam satu dekade.
Baca Juga: Menkeu Bantah Deflasi Mei 2025 0,37 Persen Karena Penurunan Daya Beli
Ketidakpercayaan ini memicu kekhawatiran terhadap instrumen utang AS (US Treasury) dan bisa berdampak sistemik ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Pelemahan ekonomi global yang disertai inflasi dan kenaikan yield akibat geopolitik atau kebijakan fiskal akan membawa dampak buruk ke seluruh dunia,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










