JP Morgan Gunakan Blockchain Untuk Tokenisasi Kredit Karbon

AKURAT.CO Kinexys, unit bisnis blockchain terkemuka milik J.P. Morgan sedang mengembangkan aplikasi blockchain baru yang inovatif di Kinexys Digital Assets, platform tokenisasi multi-aset milik perusahaan ini, untuk membantu tokenisasi kredit karbon global di lapisan registri.
Pengujian eksplorasi sedang dilakukan dengan S&P Global Commodity Insights, EcoRegistry, dan International Carbon Registry (ICR). EcoRegistry dan International Carbon Registry (CarbonRegistry.com) telah berhasil menyelesaikan pengujian pada solusi registri masing-masing.
S&P Global Commodity Insights akan memulai pengujian eksplorasi dengan solusi lingkungannya Environmental Registry, sebuah platform registry-as-a-service yang dapat disesuaikan untuk memfasilitasi pelacakan dan pengelolaan kredit karbon yang lebih baik sepanjang siklus hidup; pengujian pada akhirnya juga dapat mencakup Meta Registry®.
Baca Juga: Akui Blockchain, Pemerintah Terbitkan PP 28 Tahun 2025
Pasar karbon global menghadapi berbagai tantangan termasuk ketidakefisienan dan kurangnya standardisasi, transparansi, dan fragmentasi pasar. Ekosistem karbon tunggal yang ditokenisasi di mana kredit dapat dipindahtangankan antara penjual dan pembeli yang mendukung cara penyelesaian tanpa hambatan dapat berkontribusi untuk mengatasi hambatan-hambatan ini
Menurut Kepala Penasihat Sumber Daya Alam di J.P. Morgan Payments, Alastair Northway, pasar karbon sukarela sudah matang untuk inovasi. Tokenisasi dapat mendukung pengembangan sistem yang dapat dioperasikan secara global yang menambah kepercayaan terhadap integritas infrastruktur yang mendasarinya.
"Teknologi ini dapat mendukung transparansi informasi dan harga yang lebih baik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan likuiditas di pasar," ujar Alastair, dikutip Kamis (3/7/2025).
Ketiga perusahaan pada awalnya akan menguji kelayakan tokenisasi kredit karbon menggunakan aplikasi yang sedang dikembangkan di Kinexys Digital Assets, dengan tujuan memungkinkan pemangku kepentingan eksternal untuk membaca dan menindaklanjuti data registri dengan lebih mudah.
Pengujian akan berfokus pada manajemen akun, proyek, dan siklus hidup kredit, dengan tujuan khusus seputar konektivitas teknis, kompatibilitas model data, dan fungsionalitas yang lengkap.
Mandat penting ini datang ketika Kinexys oleh J.P. Morgan menerbitkan makalah penelitian yang mengeksplorasi peluang dalam VCM. Laporan tersebut memanfaatkan wawasan dari para pelaku pasar dan tonggak sejarah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









