Erick Thohir: Danantara Adalah Bayi Ajaib, Siap Lari Kencang Dukung BUMN

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengibaratkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai "bayi ajaib".
Erick mengakui, pada awalnya pembentukan Danantara ini memang diwarnai isu-isu negarif. Namun isu-isu negatif itu kini sudah dijawab oleh Danantara dengan adanya keterbukaan dan keselarasan tata kelola koperasi yang kuat dan transparan.
Erick juga menekankan bahwa pemerintah ingin membuktikan niat baik untuk bangsa dan negara dengan adanya Danantara. Sebab menurutnya, tidak mudah bagi lembaga yang baru terbentuk dapat langsung berlari kencang.
Baca Juga: Danantara Tancap Gas 22 Program di Sisa Tahun 2025
"Mohon sebagai catatan besarnya. Proses, proses yang diberikan oleh Danantara diberikan. Karena tidak mungkin Danantara yang baru lahir harus langsung berlari," terangnya.
Erick juga menyinggung pembentukan lembaga investasi Indonesia sebelumnya yaitu Indonesia Investment Authority (INA) yang memerlukan waktu 18 bulan hanya untuk melalui fase transisi dan membentuk fondasi kelembagaan.
"INA membutuhkan waktu 18 bulan untuk transisi, Danantara yang jauh lebih besar dari INA kalau bisa 6 bulan berlari, ini luar biasa ini bayi ajaib," tegasnya.
Erick berharap, dengan adanya dukungan baik dari Komisi VI ataupun Kementerian dapat mendukung Danantara untuk bisa sesuai dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dan cita-cita bangsa Indonesia.
Erick berharap, dengan profesionalitas yang telah dibuat oleh Danantara diharapkan kinerja lembaga ini dalam 6 bulan ke depan bisa terlihat hasilnya dengan optimal.
Terlebih ada 22 program strategis yang akan dikerjakan Danantara di sisa tahun 2025. Program-program ini dibagi ke dalam tiga klaster yakni restrukturisasi, konsolidasi, dan pengembangan yang bertujuan mendukung optimalisasi portofolio BUMN.
Baca Juga: Erick Thohir Tegaskan Danantara Jadi Pilar Investasi Masa Depan RI
"Saya yakini dengan tentu profesionalitas yang telah dibuat danantara, ini kita bisa selaraskan, dan mudah-mudahan 6 bulan ke depan kita bisa lihat hasilnya," imbuhnya.
Apalagi, sambungnya, Danantara harus mengerjakan 22 program yang tentunya bukanlah perkara yang mudah. Sehingga Danantara perlu mendapatkan dukungan berbagai pihak agar bisa berkinerja dengan baik.
"Saya teringat ketika saya menjadi Menteri dengan Wamen-Wamen saya itu 12 aja saya struggling waktu itu, ya dimana salah satunya kereta cepat. Ini 22, jadi kita perlu mendukung danantara," tutup Erick.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









