Sri Mulyani Tekan Belanja Negara, Efisiensi Diarahkan untuk Program Prioritas Presiden

AKURAT.CO Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga disiplin fiskal melalui kebijakan efisiensi anggaran. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 56 Tahun 2025 tentang pelaksanaan efisiensi belanja negara.
Aturan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang mendorong efisiensi pengeluaran negara seiring arah kebijakan fiskal yang lebih terukur dan produktif.
“Untuk pelaksanaan anggaran yang efektif, efisien, dan tepat sasaran, perlu langkah-langkah pelaksanaan efisiensi belanja dengan tetap memperhatikan prioritas Presiden,” bunyi pertimbangan PMK tersebut, Jumat (8/8/2025).
Baca Juga: Komisi XI Apresiasi Capaian WTP Kemenkeu, Wajib Tindaklanjuti Semua Masukan BPK
Efisiensi diberlakukan terhadap belanja kementerian/lembaga (K/L) dan transfer ke daerah (TKD). Dana hasil efisiensi nantinya dialokasikan untuk mendukung kegiatan prioritas Presiden terpilih Prabowo Subianto yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Menteri Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara.
Adapun jenis pengeluaran yang akan ditekan mencakup alat tulis kantor, kegiatan seremonial, rapat, jasa konsultan, hingga belanja modal seperti infrastruktur dan peralatan.
Sumber efisiensi diutamakan berasal dari rupiah murni dan diperluas hingga ke anggaran berbasis penerimaan negara bukan pajak (PNBP), pinjaman, hibah, dan surat berharga syariah negara (SBSN).
Baca Juga: DPR Setujui Tambahan Anggaran Rp4,88 T untuk Kemenkeu di 2026
Meski dilakukan efisiensi, pemerintah memastikan kebutuhan belanja dasar, seperti gaji pegawai, operasional kantor, dan pelayanan publik tetap aman.
Efisiensi juga diinstruksikan untuk tidak memengaruhi keberlanjutan pegawai non-ASN, kecuali karena evaluasi kinerja atau kontrak kerja berakhir.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya mengoptimalkan belanja negara agar sejalan dengan target pembangunan yang telah ditetapkan serta menjaga kredibilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









