Akurat
Pemprov Sumsel

RAPBN 2026 Dinilai Realistis, IHSG Sempat Nangkring ke 8.000, Tertinggi Sepanjang Sejarah

M. Rahman | 15 Agustus 2025, 17:24 WIB
RAPBN 2026 Dinilai Realistis, IHSG Sempat Nangkring ke 8.000, Tertinggi Sepanjang Sejarah

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor sejarah dengan melonjak ke level 8.007 sesaat usai pidato Presiden RI Prabowo Subianto, pukul 10.30 sesi I.

Pidato tersebut terkait pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 di kompleks DPR, Senayan, hari ini, Jumat (15/8/2025).

Meski demikian, IHSG kemudian berbalik arah dan ditutup di zona merah ke posisi 7.898,38, atau turun 32,88 poin atau -0,41%.

Kemarin, IHSG sempat nanjak 0,93% atau naik 73,07 poin ke 7.965,98 dan menjadi rekor perdagangan tertinggi intraday serta sempat bertengger di posisi tertinggi di 7.973,98. Rekor tertinggi harga penutupan IHSG berada di level 7.905,39 pada 19 September 2024 lalu.

"Kita doakan sama-sama di ulang tahun ke-80 Republik Indonesia, indeks kita (IHSG) bisa mencapai 8.000," ungkap Direktur Utama BEI, Iman Rachman baru-baru ini.

Baca Juga: RAPBN 2026 Realistis Asalkan Pemerintah Berbenah dari Sekarang

Usut-punya usut, asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2026 yang dinilai realistis menjadi pemicu IHSG tembus ke level 8.000. Seperti diketahui, 

Presiden pada kesempatan tersebut menyampaikan 7 asumsi dasar makro ekonomi. Pertama, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,4%. Kemudian, inflasi 2,5%.

Selanjutnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan berada di kisaran Rp16.500/USD. Lalu, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun berada di 6,9%.

Adapun harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan berada pada USD70 per barel. Selanjutnya, lifting minyak diperkirakan mencapai 610 ribu barel per hari. Terakhir, lifting gas bumi mencapai 0,984 juta barel setara minyak per hari.

Merespons asumsi dasar tersbut, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal menilai secara umum cukup make sense.

"Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah terlebih dahulu memperbaiki permasalahan ekonomi pada tahun 2025 sehingga di tahun 2026 menjadi lebih baik," ujar Faisal kepada Akurat.co, Jumat (15/8/2025).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa