Whale Guncang Pasar, Bitcoin Turun Tajam ke USD111.800

AKURAT.CO Pasar kripto menutup minggu terakhir bulan Agustus dengan gejolak yang masih berlanjut. Bitcoin (BTC), yang sempat mencetak rekor tertinggi baru di level USD124.400 pada awal bulan, kini tertekan hingga menyentuh titik terendah bulanan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan investor global.
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (26/8/2025), dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin turun sekitar 2,5% dan diperdagangkan di level USD111.800. Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar BTC turun menjadi USD2,22 triliun.
Penurunan tidak hanya menimpa Bitcoin, melainkan juga menular ke aset kripto utama lainnya seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) yang masing-masing terkoreksi lebih dari lima persen.
Baca Juga: Tips Memprediksi Harga Kripto Solana
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global menyusut hampir 2% dalam sehari. Hal ini menunjukkan sikap hati-hati dari investor di tengah meningkatnya volatilitas pasar.
Sebelumnya, pasar sempat mendapatkan angin segar dari pidato Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, di forum Jackson Hole, yang menyinggung potensi pelonggaran moneter. Momentum bullish sempat muncul sesaat, namun tidak bertahan lama.
Justru, pidato tersebut diikuti oleh tren penurunan harga kripto sebagaimana pernah terjadi pada momen-momen serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pemicu utama terpuruknya Bitcoin adalah aksi jual besar-besaran oleh whale, terutama dari kelompok pemegang lama sejak era awal Bitcoin. Dalam beberapa jam terakhir, tercatat penjualan sebanyak 24.000 BTC senilai lebih dari USD2,7 miliar.
Aksi tersebut membuat harga Bitcoin anjlok sekitar USD4.000 hanya dalam hitungan menit, sekaligus menghapus nilai kapitalisasi pasar hingga USD45 miliar. Kondisi ini mempertegas bagaimana pergerakan whale dapat mengguncang stabilitas pasar kripto secara signifikan.
Menurut analis kripto Willy Woo, aksi jual dari pemegang lama menjadi faktor dominan penurunan harga. Sebagian besar dari mereka memperoleh Bitcoin di harga sangat rendah, sekitar USD10 per koin, sehingga margin keuntungan mereka tetap besar meski dijual di harga saat ini.
Woo menambahkan, untuk menyerap tekanan jual dari kelompok ini, dibutuhkan daya beli investor baru dengan nilai minimal USD110.000 per koin. Kondisi tersebut membuat laju kenaikan harga Bitcoin semakin sulit dalam jangka pendek.
Baca Juga: Stimulus Bank Sentral China Jadi Angin Segar Pasar Kripto
Meski pasar tengah dilanda ketidakpastian, sejumlah analis masih optimistis dengan prospek jangka panjang Bitcoin. Tokoh kripto seperti Michael Saylor memperkirakan harga BTC berpotensi mencatat pertumbuhan 30% secara tahunan (YoY). Namun, ia mengingatkan adanya rotasi modal di antara aset kripto yang menyebabkan volatilitas tetap tinggi.
Di tengah aksi jual besar dan penurunan harga, Bitcoin tetap mempertahankan dominasi pasar terbesar di sektor kripto. Hal ini menunjukkan bahwa meski fluktuasi harga kerap terjadi, BTC masih menjadi pilihan utama bagi investor besar maupun institusi sebagai aset lindung nilai digital.
Para pengamat pasar memperingatkan bahwa aksi serupa bisa kembali terjadi di masa mendatang. Jika whale lain memutuskan melepas kepemilikan mereka dalam jumlah besar, tekanan jual akan semakin menekan harga Bitcoin dan berpotensi menyeret aset kripto lain ke zona merah.
Ke depan, arah pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan moneter global. Jika Federal Reserve benar-benar melonggarkan suku bunga, pasar berpotensi mendapatkan dukungan tambahan.
Namun, jika kebijakan tetap ketat, Bitcoin kemungkinan masih akan menghadapi hambatan berat untuk kembali menembus level tertingginya.
Meski tengah menghadapi tekanan besar, Bitcoin tetap dipandang sebagai aset yang tahan uji dalam jangka panjang. Fluktuasi harga yang terjadi saat ini lebih dipicu oleh aksi jual kelompok tertentu, bukan karena hilangnya minat pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









