Kemenkeu: Belanja Negara Tumbuh, Keseimbangan Primer Surplus Rp22 Triliun

AKURAT.CO Di tengah pelemahan pendapatan negara, belanja pemerintah masih menunjukkan pertumbuhan. Hingga 31 Agustus 2025, belanja negara mencapai Rp1.960,3 triliun atau 55,6% dari target tahun ini, tumbuh 1,5% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2025, Senin (22/9/2025), menyatakan realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.388,8 triliun atau 52,1% dari proyeksi.
Meski belanja kementerian/lembaga turun 2,5%, belanja non-kementerian/lembaga tumbuh signifikan 5,6% menjadi Rp702,8 triliun.
Baca Juga: Pendapatan Negara Turun, Defisit APBN 2025 Tembus Rp321,6 Triliun
“Dengan realisasi itu, keseimbangan primer tercatat surplus Rp22 triliun,” ujar Purbaya.
Keseimbangan primer yang positif berarti pemerintah masih mampu menutup pengeluaran rutin tanpa menambah utang baru. Kondisi ini dinilai memberi ruang fiskal untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.
Transfer ke daerah juga meningkat 1,7% dengan nilai Rp571,5 triliun. Belanja ini diharapkan memperkuat pembangunan di tingkat lokal sekaligus mendorong konsumsi masyarakat.
Sementara itu, pendapatan negara tercatat Rp1.638,7 triliun atau turun 7,8% dibanding tahun lalu. Penurunan terjadi hampir di semua komponen, kecuali penerimaan bea dan cukai yang tumbuh 6,4%.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Delapan Program Akselerasi Ekonomi Dipastikan Tak Bebani APBN
Secara total, defisit APBN 2025 hingga akhir Agustus tercatat Rp321,6 triliun atau 1,35% terhadap PDB. Meski demikian, surplus keseimbangan primer dipandang mampu meredam risiko pembiayaan defisit yang berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










