IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp14.888 Triliun
Hefriday | 28 September 2025, 17:33 WIB

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang perdagangan sepekan terakhir. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,60% dan ditutup pada level 8.099 pada Jumat (26/9/2025), dibandingkan dengan posisi pekan sebelumnya di 8.051.
Pencapaian ini juga diwarnai dengan rekor baru, setelah pada Rabu (24/9/2025) IHSG ditutup di level 8.126. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah perjalanan bursa saham Indonesia.
Pada perdagangan terakhir pekan ini, investor asing membukukan beli bersih (net buy) senilai Rp583,10 miliar. Namun secara keseluruhan sepanjang tahun 2025, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) hingga Rp53,60 triliun.
Pada perdagangan terakhir pekan ini, investor asing membukukan beli bersih (net buy) senilai Rp583,10 miliar. Namun secara keseluruhan sepanjang tahun 2025, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) hingga Rp53,60 triliun.
Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (28/9/2025), kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen global masih memengaruhi pola investasi asing di pasar modal domestik. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada periode 22—26 September 2025 tercatat meningkat 1,74% menjadi Rp14.888 triliun.
Sebelumnya, kapitalisasi pasar berada di level Rp14.632 triliun pada pekan sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan optimisme investor terhadap kinerja emiten di tengah dinamika pasar global.
Peningkatan juga terjadi pada aktivitas perdagangan harian. Rata-rata frekuensi transaksi naik 15,56% menjadi 2,45 juta kali per hari dari 2,12 juta transaksi pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian meningkat 12,08% menjadi 47,07 miliar lembar saham dari 42,00 miliar lembar saham.
Meski demikian, nilai rata-rata transaksi harian justru mengalami sedikit penurunan. Sepanjang pekan lalu, nilai transaksi turun 1,25% menjadi Rp28,19 triliun dari Rp28,55 triliun.
Selain capaian indeks, pasar modal juga diramaikan dengan pencatatan perdana saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (kode saham: EMAS) pada Senin (22/9/2025). Perseroan masuk ke Papan Pengembangan BEI dan menjadi perusahaan ke-23 yang melantai di bursa sepanjang 2025.
PT Merdeka Gold Resources berhasil meraup dana Rp4,5 triliun dari aksi korporasi ini. Perusahaan tersebut bergerak di sektor pertambangan emas dan mineral pengikutnya, yang dinilai strategis di tengah tingginya harga komoditas global.
Pasar obligasi juga mencatatkan pergerakan signifikan. Pada Selasa (24/9/2025), PT Bumi Serpong Damai Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I senilai Rp500 miliar, serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I senilai Rp500 miliar.
Sepanjang tahun 2025, BEI telah mencatatkan 134 emisi obligasi dan sukuk dari 74 emiten dengan total nilai Rp154,64 triliun. Secara kumulatif, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 636 emisi, dengan nilai outstanding Rp516,64 triliun dan USD117,27 juta.
Di samping itu, jumlah Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI mencapai 191 seri dengan nilai nominal Rp6.423 triliun dan USD352,10 juta. Sedangkan untuk efek beragun aset (EBA), tercatat sebanyak tujuh emisi dengan nilai Rp2,13 triliun.
Kinerja positif IHSG dan meningkatnya kapitalisasi pasar diikuti dengan pencatatan emisi baru menunjukkan daya tarik pasar modal Indonesia. Kendati investor asing masih cenderung melakukan net sell sepanjang tahun, tingginya minat investor domestik menjadi penopang utama pertumbuhan bursa.
Peningkatan juga terjadi pada aktivitas perdagangan harian. Rata-rata frekuensi transaksi naik 15,56% menjadi 2,45 juta kali per hari dari 2,12 juta transaksi pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian meningkat 12,08% menjadi 47,07 miliar lembar saham dari 42,00 miliar lembar saham.
Meski demikian, nilai rata-rata transaksi harian justru mengalami sedikit penurunan. Sepanjang pekan lalu, nilai transaksi turun 1,25% menjadi Rp28,19 triliun dari Rp28,55 triliun.
Selain capaian indeks, pasar modal juga diramaikan dengan pencatatan perdana saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (kode saham: EMAS) pada Senin (22/9/2025). Perseroan masuk ke Papan Pengembangan BEI dan menjadi perusahaan ke-23 yang melantai di bursa sepanjang 2025.
PT Merdeka Gold Resources berhasil meraup dana Rp4,5 triliun dari aksi korporasi ini. Perusahaan tersebut bergerak di sektor pertambangan emas dan mineral pengikutnya, yang dinilai strategis di tengah tingginya harga komoditas global.
Pasar obligasi juga mencatatkan pergerakan signifikan. Pada Selasa (24/9/2025), PT Bumi Serpong Damai Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I senilai Rp500 miliar, serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I senilai Rp500 miliar.
Keduanya mendapatkan peringkat idAA (Double A) dan idAA(sy) (Double A Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Sehari setelahnya, Rabu (25/9/2025), PT Bumi Resources Tbk juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 dengan nilai nominal Rp721,6 miliar. Instrumen ini memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Sehari setelahnya, Rabu (25/9/2025), PT Bumi Resources Tbk juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 dengan nilai nominal Rp721,6 miliar. Instrumen ini memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Sepanjang tahun 2025, BEI telah mencatatkan 134 emisi obligasi dan sukuk dari 74 emiten dengan total nilai Rp154,64 triliun. Secara kumulatif, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 636 emisi, dengan nilai outstanding Rp516,64 triliun dan USD117,27 juta.
Di samping itu, jumlah Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI mencapai 191 seri dengan nilai nominal Rp6.423 triliun dan USD352,10 juta. Sedangkan untuk efek beragun aset (EBA), tercatat sebanyak tujuh emisi dengan nilai Rp2,13 triliun.
Kinerja positif IHSG dan meningkatnya kapitalisasi pasar diikuti dengan pencatatan emisi baru menunjukkan daya tarik pasar modal Indonesia. Kendati investor asing masih cenderung melakukan net sell sepanjang tahun, tingginya minat investor domestik menjadi penopang utama pertumbuhan bursa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








