Momentum XRP Meredup, Tekanan Jual Menguat di Tengah Aksi Whale

AKURAT.CO Aset kripto XRP sempat mencuri perhatian pekan lalu setelah mencatat kenaikan lebih dari 9% dalam tujuh hari. Namun, momentum positif itu tidak bertahan lama.
Dalam 24 jam terakhir, pergerakan harga XRP mulai datar dan kini tercatat turun sekitar 9% sepanjang bulan Oktober, menandakan tekanan jual mulai menguat dan dominasi pembeli (bull) perlahan melemah.
Dikutip dari laman Crypto, Kamis (30/10/2025) data on-chain terbaru mengungkapkan sinyal yang kurang menggembirakan bagi investor XRP. Tekanan jual meningkat, terutama karena satu kelompok pemegang jangka panjang (holder) terlihat melepaskan kepemilikannya.
Di sisi lain, para whale investor besar yang biasanya menjadi penyerap tekanan jual, kini justru memperlihatkan perilaku yang tidak seragam. Kombinasi dua faktor ini membuat harga XRP rentan terhadap koreksi jangka pendek.
Baca Juga: Minat Turun, Harga XRP Terancam Koreksi Lebih Dalam
Menurut data dari Glassnode, salah satu peringatan pertama datang dari metrik hodler net position change. Indikator ini melacak seberapa banyak investor jangka panjang menambah atau mengurangi aset dalam dompet mereka.
Dalam kurun waktu antara 19 hingga 28 Oktober, posisi bersih holder XRP berubah tajam menjadi negatif. Arus keluar melonjak dari hanya 3,28 juta XRP menjadi 77,9 juta XRP, naik lebih dari 2.200 persen dalam waktu kurang dari dua minggu.
Lonjakan besar arus keluar ini menunjukkan bahwa para holder lama memilih untuk ambil untung setelah kenaikan harga yang sempat terjadi sebelumnya. Dengan kata lain, investor yang telah memegang XRP dalam waktu lama kini cenderung mengurangi eksposurnya daripada melakukan akumulasi. Secara historis, pola seperti ini sering diartikan sebagai awal tekanan jual yang lebih besar.
Sementara itu, perilaku kelompok whale justru terpecah. Berdasarkan data dari Santiment, kelompok “mega whales” dompet besar yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar XRP tercatat menambah kepemilikan mereka dari 8,13 miliar menjadi 8,24 miliar XRP sejak 27 Oktober. Akumulasi ini setara dengan pembelian sekitar USD289 juta, menandakan keyakinan sebagian investor besar terhadap potensi jangka menengah XRP.
Baca Juga: XRP Melonjak 5 Persen, Sentimen Regulasi Stablecoin Jadi Katalis Utama
Namun, tidak semua whale bersikap serupa. Kelompok whale dengan kepemilikan yang lebih kecil, yakni 10 juta hingga 100 juta XRP, justru melakukan aksi jual. Dalam periode yang sama, mereka memangkas kepemilikan dari 8,31 miliar menjadi 8,27 miliar XRP, atau setara dengan penjualan senilai USD$105 juta. Fenomena ini menunjukkan ketidaksinkronan di antara investor besar, di mana sebagian memilih menambah posisi sementara sebagian lainnya keluar dari pasar.
Ketidaksepahaman antar-whale ini menimbulkan sinyal campuran bagi pasar. Sejarah menunjukkan bahwa ketika aktivitas investor besar tidak searah, harga aset cenderung melemah karena kurangnya konsensus arah pasar. Dalam konteks XRP, kondisi ini memperbesar risiko koreksi lanjutan di tengah melemahnya minat beli dari investor ritel.
Secara teknikal, grafik harga 12 jam XRP menegaskan adanya fase ketidakpastian. Token ini saat ini bergerak dalam pola segitiga simetris, yang terbentuk ketika tekanan beli dan jual berada pada level hampir seimbang.
Sejak 26 Oktober, harga XRP berkisar antara USD2,60 hingga USD2,69, dengan kedua sisi belum mampu menembus batas penting tersebut.
Apabila harga menembus di bawah USD2,60, analis memperkirakan level support berikutnya akan muncul di kisaran USD2,55 dan USD2,51, kemudian di USD2,46 yang bertepatan dengan level koreksi Fibonacci 0,618. Pada area ini, trader mungkin berharap munculnya minat beli jangka pendek sebelum harga melanjutkan penurunan lebih dalam.
Sebaliknya, bagi kubu optimistis (bull), garis pertahanan utama berada di USD2,69 yang merupakan batas atas dari pola segitiga. Jika XRP mampu menembus level ini dengan volume perdagangan yang kuat, potensi reli menuju USD2,88 terbuka lebar. Namun, hingga saat ini, sinyal penguatan belum terlihat jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










