AKURAT.CO Fenomena premi saham MicroStrategy terhadap nilai kepemilikan Bitcoinnya resmi berakhir.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, kapitalisasi pasar perusahaan yang dipimpin Michael Saylor itu tercatat lebih rendah dibanding total nilai Bitcoin yang dimilikinya.
Dikutip dari BeinCrypto, Jumat (14/11/2025) menurut laporan US Crypto News, kapitalisasi pasar MicroStrategy kini berada di level USD64,54 miliar, sedangkan nilai total kepemilikan Bitcoinnya mencapai USD66,15 miliar.
Seorang analis kripto, AB Kuai Dong dalam analisis terbarunya mengatakan, kondisi ini menandai hilangnya premium gap, yaitu indikator yang selama ini dianggap sebagai simbol kepercayaan institusional terhadap aset kripto.
“Tunggu, apa? Kapitalisasi pasar MicroStrategy sudah jatuh di bawah nilai Bitcoin yang dimilikinya!? Sekarang, pasar premi untuk MicroStrategy benar-benar berakhir,” ujarnya.
Baca Juga: CEO MicroStrategy Sebut ETH sebagai Pengaman saat Ia Menggandakan Bitcoin
Meski kehilangan premi pasar, kinerja finansial MicroStrategy masih sangat terikat pada pergerakan harga Bitcoin. Perusahaan yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia ini memiliki 641.692 BTC dengan harga rata-rata pembelian USD74.085 per koin.
Dengan harga Bitcoin saat ini di kisaran USD102.918, perusahaan masih mencatat keuntungan tak terealisasi sekitar 39,1%. Namun, momentum pembiayaan yang selama ini menjadi mesin akumulasi Bitcoin MicroStrategy mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
“Jumlah Bitcoin yang mereka tambahkan setiap minggu menunjukkan tren menurun yang jelas. Momentum pembiayaan mulai melemah karena kinerja saham MSTR yang kurang memuaskan,” ujar Dong.
Sejak 2020, MicroStrategy dikenal dengan strategi pembelian Bitcoin melalui obligasi konversi, model pembiayaan yang memungkinkan perusahaan membeli Bitcoin tanpa mengencerkan saham pemegang lama.
Meski kehilangan premi pasar, kinerja finansial MicroStrategy masih sangat terikat pada pergerakan harga Bitcoin. Perusahaan yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia ini memiliki 641.692 BTC dengan harga rata-rata pembelian USD74.085 per koin.
Dengan harga Bitcoin saat ini di kisaran USD102.918, perusahaan masih mencatat keuntungan tak terealisasi sekitar 39,1%. Namun, momentum pembiayaan yang selama ini menjadi mesin akumulasi Bitcoin MicroStrategy mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
“Jumlah Bitcoin yang mereka tambahkan setiap minggu menunjukkan tren menurun yang jelas. Momentum pembiayaan mulai melemah karena kinerja saham MSTR yang kurang memuaskan,” ujar Dong.
Sejak 2020, MicroStrategy dikenal dengan strategi pembelian Bitcoin melalui obligasi konversi, model pembiayaan yang memungkinkan perusahaan membeli Bitcoin tanpa mengencerkan saham pemegang lama.
Investor obligasi menerima bunga rendah, namun memiliki opsi mengonversi obligasi menjadi saham jika harga Bitcoin dan saham MicroStrategy naik.
Namun, seiring dengan melemahnya kinerja saham MSTR dan meningkatnya kehati-hatian investor, minat terhadap penerbitan obligasi baru menurun.
Namun, seiring dengan melemahnya kinerja saham MSTR dan meningkatnya kehati-hatian investor, minat terhadap penerbitan obligasi baru menurun.
Pengamat kripto, Sun Xinjin mencatat, MicroStrategy belum lagi menerbitkan obligasi konversi sejak Februari 2025, dan sejak September beralih ke penawaran saham preferen seri STR dengan bunga yang lebih tinggi.
Langkah ini mencerminkan bahwa investor kini menuntut imbal hasil lebih besar di tengah kondisi pasar yang ketat dan volatilitas harga kripto yang meningkat.
Sementara itu, data on-chain menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin jangka panjang (long-term holders) mulai melakukan aksi ambil untung di level harga mendekati USD100.000.
Firma analisis blockchain Glassnode melaporkan bahwa pasokan Bitcoin milik kelompok LTH menurun cepat, sementara perubahan posisi bersih mereka jatuh ke wilayah negatif, yakni indikasi bahwa distribusi aset sedang meningkat.
Wakil Presiden Penelitian di Fidelity Digital Assets, Chris Kuiper, menilai fenomena ini sebagai tanda kelelahan pasar setelah reli panjang.
“Performa Bitcoin baru-baru ini tertinggal dari emas dan bahkan S&P 500. Banyak investor veteran memutuskan melakukan penyesuaian pajak dan mengamankan keuntungan yang telah mereka raih,” jelas Kuiper.
Kondisi ini menempatkan Michael Saylor dan strategi agresif MicroStrategy dalam posisi sulit. Di satu sisi, perusahaan masih mengantongi keuntungan besar di atas kertas. Namun di sisi lain, peluang pembiayaan baru semakin terbatas dan sentimen investor mulai bergeser.
Langkah ini mencerminkan bahwa investor kini menuntut imbal hasil lebih besar di tengah kondisi pasar yang ketat dan volatilitas harga kripto yang meningkat.
Sementara itu, data on-chain menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin jangka panjang (long-term holders) mulai melakukan aksi ambil untung di level harga mendekati USD100.000.
Firma analisis blockchain Glassnode melaporkan bahwa pasokan Bitcoin milik kelompok LTH menurun cepat, sementara perubahan posisi bersih mereka jatuh ke wilayah negatif, yakni indikasi bahwa distribusi aset sedang meningkat.
Wakil Presiden Penelitian di Fidelity Digital Assets, Chris Kuiper, menilai fenomena ini sebagai tanda kelelahan pasar setelah reli panjang.
“Performa Bitcoin baru-baru ini tertinggal dari emas dan bahkan S&P 500. Banyak investor veteran memutuskan melakukan penyesuaian pajak dan mengamankan keuntungan yang telah mereka raih,” jelas Kuiper.
Kondisi ini menempatkan Michael Saylor dan strategi agresif MicroStrategy dalam posisi sulit. Di satu sisi, perusahaan masih mengantongi keuntungan besar di atas kertas. Namun di sisi lain, peluang pembiayaan baru semakin terbatas dan sentimen investor mulai bergeser.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










