Jumlah Investor Melonjak, OJK Prediksi 20 Juta SID di 2026

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis jumlah investor pasar modal Indonesia dapat mencapai 20 juta pemegang Single Investor Identification (SID) lebih cepat dari target yang ditetapkan dalam peta jalan industri.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, memperkirakan pencapaian tersebut dapat terwujud pada kuartal I-2026.
“Mungkin pertengahan atau kuartal I-2026 itu sudah mencapai 20 juta SID,” ujar Inarno dalam kegiatan Capital Market Journalist Workshop – Media Gathering 2025 di Gianyar, Bali, Sabtu (14/11/2025).
Baca Juga: OJK Gandeng VARA Perkuat Pengawasan Lintas Batas Aset Digital
Menurut Inarno, pertumbuhan jumlah SID sebagian besar berasal dari kalangan investor ritel. Meski demikian, OJK berharap ke depan investor institusional domestik memiliki peran yang semakin besar dalam memperkuat struktur pasar modal.
“Ini lebih banyak didorong investor retail. Namun harapan kami, investor institusional domestik juga bisa berperan lebih besar di pasar modal,” katanya.
Dirinya menegaskan bahwa target 20 juta SID sejalan dengan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2022–2027, yang menetapkan sasaran tersebut dicapai pada 2027.
Untuk memperluas basis investor, OJK akan mendorong peningkatan investasi teratur melalui Systematic Investment Plan (SIP).
Selain itu, partisipasi investor domestik maupun global akan terus diperkuat guna mendorong pendalaman pasar.
Hingga November 2025, data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal mencapai 19,32 juta SID. Angka tersebut tumbuh 30% secara year-to-date dibandingkan akhir 2024.
Baca Juga: OJK Dorong Bali Jadi Pusat Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional
Dari sisi kepemilikan, investor domestik menguasai 62,77% total aset, sedangkan investor asing memegang 37,23%.
Pada kesempatan yang sama, Inarno juga menyampaikan target kapitalisasi pasar modal Indonesia (market cap) mencapai 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir 2025.
Saat ini kapitalisasi pasar telah berada pada level 69,18% dari PDB, melampaui target 68% yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Data penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (14/11/2025) menunjukkan kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp15.316 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatat penguatan 18,23% year-to-date, mencapai level 8.370,44.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









