Akurat
Pemprov Sumsel

SMV Dorong Akselerasi Hunian Terjangkau dan Kota Berkelanjutan

Demi Ermansyah | 25 November 2025, 18:10 WIB
SMV Dorong Akselerasi Hunian Terjangkau dan Kota Berkelanjutan

AKURAT.CO Ketersediaan hunian terjangkau dan pembangunan kota berkelanjutan menjadi sorotan dalam panel kedua SMV Business Forum yang digelar Kementerian Keuangan bersama empat SMV di Jakarta.

Forum bertajuk “Unlocking Regional Potential: SMVs as Catalysts for Inclusive and Sustainable Growth” itu menempatkan PT SMF sebagai aktor utama dalam memperkuat likuiditas pembiayaan perumahan. Melalui berbagai instrumen pendanaan, SMF didorong memperluas akses kredit perumahan bagi masyarakat berpendapatan rendah hingga menengah.

Baca Juga: PPN Bisa Turun ke 8 Persen, Asalkan..

Diskusi juga membahas peran PT SMI dan PT PII dalam mendukung pembiayaan dan penjaminan proyek hunian serta infrastruktur perkotaan. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan kota yang lebih layak huni, efisien, dan berorientasi keberlanjutan.

“Kolaborasi pembiayaan, baik APBN maupun non-APBN, sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Wakil Menteri PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard.

Forum turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, PTNBH, perbankan daerah, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem pembangunan perumahan.

Baca Juga: Dividen BUMN Dipindah, Kemenkeu Andalkan Layanan K/L dan BLU Dongkrak PNBP

Dalam sesi business matching, peserta membahas peluang pengembangan proyek student housing, pembiayaan hunian terjangkau, hingga konsep urban development berbasis kolaborasi SMV.

Melalui sinergi lintas lembaga, SMV diharapkan menjadi motor inovasi pembiayaan yang dapat membuka akses perumahan layak bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mempercepat transformasi kota menuju model yang lebih berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.