Kesadaran Berasuransi di Indonesia Terus Meningkat, Kinerja Zurich Indonesia Melesat di 2025

AKURAT.CO Menutup tahun 2025, Zurich Indonesia menunjukkan performa yang mengesankan di tengah situasi industri asuransi yang penuh tantangan. Di saat risiko bencana alam meningkat dan ketidakpastian ekonomi global masih terasa, perusahaan justru mencatat pertumbuhan premi di hampir semua lini. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang membuat proteksi semakin dipandang sebagai kebutuhan dasar.
Tren ini juga selaras dengan hasil survei nasional OJK, yang menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Indonesia terkait asuransi terus membaik. Momentum tersebut dimanfaatkan Zurich Indonesia untuk memperkuat ekspansi, menghadirkan inovasi produk, serta mempercepat transformasi digital agar layanan lebih mudah diakses.
Pertumbuhan GWP Zurich Indonesia Sepanjang 2025
Zurich Indonesia—yang terdiri dari ZAI, Zurich Syariah, dan Zurich Life—mencatatkan peningkatan gross written premium (GWP) secara konsisten hingga Oktober 2025. Data konsolidasinya menunjukkan:
-
GWP P&C tumbuh 15% year-on-year
-
GWP Life naik 9% year-on-year
-
Jumlah nasabah meningkat 12%, sehingga totalnya melampaui 3 juta nasabah
Country Manager Zurich Indonesia, Edhi Tjahja Negara, menilai performa tersebut sebagai bukti solidnya fondasi bisnis perusahaan. “Pertumbuhan positif tahun ini mencerminkan kekuatan fundamental bisnis Zurich Indonesia dan kemampuan kami beradaptasi untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Graha Zurich, Jakarta, Rabu, 26 November 2025.
Detail Kinerja Setiap Lini Bisnis
PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (ZAI) – Asuransi Umum Konvensional
Sektor ritel menjadi motor penggerak utama, dengan pencapaian signifikan di beberapa kategori:
-
Asuransi Kendaraan: +8% YoY
(data konsolidasi P&C per Oktober 2025) -
Asuransi Kesehatan: +56% YoY
Lonjakan besar ini ditopang oleh meningkatnya penggunaan produk Medicilin. -
Asuransi Properti: +14% YoY
Pertumbuhan ini menggambarkan meningkatnya kebutuhan proteksi masyarakat, terutama pada kategori-kategori yang rawan risiko sehari-hari.
Zurich Syariah – Asuransi Umum Berbasis Syariah
Segmen syariah mencatat pertumbuhan yang bahkan lebih tinggi pada beberapa lini:
-
Asuransi Kendaraan: +18% YoY (per September 2025)
-
Asuransi Perjalanan: +21% YoY (per Oktober 2025)
-
Asuransi Properti: +34% YoY (per September 2025)
Minat perjalanan ibadah, khususnya umrah, menjadi faktor pendorong naiknya polis perjalanan syariah.
PT Zurich Topas Life – Asuransi Jiwa
Lini life insurance menunjukkan kinerja luar biasa pada produk-produk tertentu:
-
Group Term Life: +315% YoY
-
Embedded Insurance: +82% YoY
-
Traditional Savings & Life Protection: +27% YoY
(Data per Oktober 2025)
Angka-angka ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin mengutamakan perlindungan jangka panjang dan manfaat tabungan yang terintegrasi.
Komitmen Pembayaran Klaim: Zurich Hadir di Saat Terberat Nasabah
Selain pertumbuhan premi, Zurich Indonesia juga menunjukkan komitmen kuat dalam penyelesaian klaim.
-
89% dari total klaim tahun 2025 berasal dari lini properti
-
Klaim bencana terbesar tahun ini adalah banjir Bali, dengan pembayaran mencapai Rp30 miliar
Penanganan klaim dilakukan melalui sistem fast track, memungkinkan proses berjalan lebih cepat, efisien, dan minim hambatan. Upaya ini dinilai penting untuk membantu masyarakat pulih lebih cepat setelah mengalami musibah.
Inovasi: Asuransi Parametrik Syariah untuk Petani
Salah satu inovasi paling berpengaruh tahun ini adalah Asuransi Indeks Cuaca Syariah. Produk parametrik ini melindungi petani dari risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem, dan hingga YTD 2025 telah melindungi lebih dari 17.000 petani di berbagai daerah.
Distribusi penerima manfaat:
-
Bener Meriah, Aceh: 9.232 petani
-
Tanggamus, Lampung: 1.279 petani
-
Sigi & Poso, Sulawesi Tengah: 1.505 petani
-
Kolaka, Sulawesi Tenggara: 5.000 petani
-
Brebes & Blitar: 5.000 petani
-
Blitar & Garut: 2.000 petani
Inovasi ini menjadi bukti bahwa teknologi dalam asuransi bisa memberikan dampak sosial yang besar dan nyata.
Kanal Digital proteksi.zurich.co.id Tumbuh Pesat
Zurich juga mencatat peningkatan signifikan pada kanal digital untuk produk perjalanan melalui proteksi.zurich.co.id:
-
GWP meningkat 35% YoY (Oktober 2025)
-
Jumlah polis naik 44% YoY
Tren ini menunjukkan bahwa pengguna muda semakin memilih kanal digital untuk kebutuhan proteksi yang cepat, mudah, dan instan.
Inisiatif Keberlanjutan: Zurich Perkuat Dampak Sosial dan Lingkungan
Zurich Indonesia juga menjalankan berbagai program berkelanjutan yang memberikan dampak luas pada masyarakat:
1. Zurich Climate Resilience Alliance
Program kerja sama dengan Mercy Corps Indonesia dan pemerintah lokal yang berfokus pada ketahanan iklim.
-
Mencakup 7 kota/kabupaten di Jawa Tengah
-
Termasuk proyek mitigasi banjir permanen di Semarang
-
Memberikan dampak positif pada 3 juta penduduk
2. Zurich Entrepreneurship Program
Program pemberdayaan pelajar SMA dan SMK yang mencakup pelatihan kewirausahaan dan kesiapan kerja.
Sejak 2022:
-
6.000+ pelajar diberdayakan
-
7 kota terlibat
-
50+ bisnis baru tercipta
3. Kampung Bebas Demam Berdarah
Program kolaboratif yang meliputi:
-
Pemberantasan sarang nyamuk
-
Edukasi kesehatan
-
Vaksinasi DBD
-
Perbaikan kebersihan lingkungan
Program ini menyasar pengurangan kasus DBD secara berkelanjutan.
Transformasi Digital dan Operasional Ramah Lingkungan
Zurich mempercepat digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi layanan. Beberapa capaian penting:
-
Adopsi eSubmission dan ePolicy mencapai 76–100%
-
Program “klaim berkelanjutan” mengonversi klaim menjadi kontribusi lingkungan berupa:
-
4.000 bibit kopi
-
500 bibit cengkih
-
-
Partisipasi CSR karyawan: 90%
-
Penghargaan:
-
Indonesia’s Best Corporate Sustainability Initiative 2025
-
Great Place To Work
-
-
Efisiensi operasional:
-
Pengurangan penggunaan kertas sebesar 67%
-
Penurunan emisi operasional 8%
-
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Zurich untuk menjadi perusahaan yang bukan hanya menguntungkan, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Proyeksi 2026: Ruang Pertumbuhan Industri Masih Lebar
Para ahli menilai tahun 2026 akan menjadi momentum baru bagi industri asuransi. Ekonom UI, Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, memprediksi bahwa permintaan produk proteksi akan meningkat seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional. Ia mengatakan:
“Ketika ketidakpastian ekonomi mereda, permintaan terhadap produk proteksi cenderung meningkat karena masyarakat mulai memikirkan kembali mitigasi risiko jangka panjang.”
Dengan penetrasi asuransi Indonesia yang masih di bawah 3%, peluang ekspansi dipandang sangat besar.
Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, Yulius Bhayangkara, menegaskan bahwa sinergi antara regulator, pelaku industri, dan asosiasi menjadi kunci agar masyarakat semakin percaya pada produk asuransi. Inovasi digital dan peningkatan literasi keuangan dipastikan akan memainkan peran besar tahun depan.
Strategi Zurich Indonesia Menyambut Tahun 2026
Zurich Indonesia menyiapkan tiga fokus utama:
-
Memperkuat penetrasi produk yang sudah ada melalui distribusi yang lebih luas
-
Menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern
-
Meningkatkan akses edukasi, terutama untuk generasi muda yang semakin sadar risiko
Edhi Tjahja Negara menutup dengan keyakinan penuh. “Kami optimis melangkah ke depan dengan ekonomi Indonesia terus menguat, inovasi produk yang terus dikembangkan, serta generasi muda yang semakin menjadi fokus edukasi dan penetrasi produk.”
Penutup
Dengan capaian yang merata di seluruh lini bisnis, Zurich Indonesia memasuki 2026 dengan pondasi kokoh dan strategi yang matang. Tidak hanya tumbuh secara finansial, perusahaan juga memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan melalui inovasi serta keberlanjutan.
Jika kamu ingin mengikuti perkembangan terbaru seputar industri asuransi, inovasi keuangan, hingga tren proteksi masa depan, pantau terus update selengkapnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Akan Melanda di Tahun 2026, Peluang Besar Asuransi Parametrik untuk Petani Indonesia
Baca Juga: Asuransi Umum Syariah: Pengertian, Prinsip, dan Manfaatnya dalam Mengelola Risiko Modern
FAQ
1. Apa yang membuat Zurich Indonesia mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025?
Pertumbuhan Zurich Indonesia didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi, lonjakan literasi keuangan, serta naiknya kebutuhan proteksi akibat cuaca ekstrem. Perusahaan juga memperluas distribusi produk, memperkuat digitalisasi layanan, dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
2. Berapa pertumbuhan premi (GWP) Zurich Indonesia pada tahun 2025?
Hingga Oktober 2025, GWP P&C tumbuh 15% YoY, GWP Life naik 9% YoY, dan jumlah nasabah meningkat 12%, sehingga totalnya melampaui 3 juta nasabah.
3. Produk asuransi apa saja yang paling berkembang pada 2025?
Beberapa produk dengan pertumbuhan tertinggi meliputi:
-
Asuransi kesehatan ZAI yang naik 56% YoY
-
Produk perjalanan yang meningkat 40%+ YoY
-
Asuransi kendaraan syariah dengan pertumbuhan 18% YoY
-
Group Term Life dari Zurich Life yang melesat 315% YoY
4. Apa penyebab meningkatnya permintaan asuransi di Indonesia pada 2025?
Meningkatnya risiko akibat cuaca ekstrem, banjir, angin kencang, serta ketidakpastian ekonomi membuat masyarakat semakin sadar pentingnya perlindungan. Survei OJK juga menunjukkan literasi dan inklusi keuangan membaik, sehingga semakin banyak orang memahami manfaat asuransi.
5. Apa inovasi terbaru Zurich Indonesia untuk sektor pertanian?
Zurich menghadirkan Asuransi Parametrik Indeks Cuaca Syariah yang memberikan perlindungan berbasis data cuaca. Program ini telah memberikan manfaat kepada lebih dari 17.000 petani di berbagai daerah seperti Aceh, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Brebes, Blitar, dan Garut.
6. Bagaimana performa kanal digital proteksi.zurich.co.id pada 2025?
Kanal digital ini mencatat pertumbuhan signifikan untuk produk asuransi perjalanan:
-
GWP naik 35% YoY
-
Jumlah polis tumbuh 44% YoY
Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman membeli asuransi lewat platform digital.
7. Bagaimana Zurich menangani klaim saat terjadi bencana?
Pada bencana banjir Bali 2025, Zurich membayarkan klaim sebesar Rp30 miliar, dengan 89% berasal dari kategori properti. Proses klaim dilakukan melalui mekanisme fast track agar lebih cepat dan efisien.
8. Apa saja program keberlanjutan (ESG) Zurich Indonesia?
Ada tiga program utama yang dijalankan:
-
Zurich Climate Resilience Alliance – fokus pada mitigasi banjir dan ketahanan iklim, berdampak pada 3 juta penduduk.
-
Zurich Entrepreneurship Program – memberdayakan 6.000+ pelajar untuk membangun bisnis baru.
-
Kampung Bebas DBD – edukasi dan pencegahan penyakit demam berdarah.
9. Apa proyeksi industri asuransi Indonesia pada 2026?
Para ekonom memprediksi industri akan tumbuh lebih kuat seiring pulihnya ekonomi, meningkatnya daya beli masyarakat, dan membaiknya konsumsi rumah tangga. Dengan penetrasi asuransi yang masih di bawah 3%, ruang ekspansi sangat besar.
10. Apa strategi Zurich Indonesia menghadapi 2026?
Zurich fokus pada:
-
Memperluas penetrasi produk existing
-
Mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat
-
Memperkuat edukasi proteksi untuk generasi muda
-
Mendorong digitalisasi dan efisiensi operasional
11. Mengapa asuransi dianggap penting di tengah perubahan cuaca ekstrem?
Karena cuaca ekstrem meningkatkan risiko kerusakan aset, gangguan aktivitas, hingga risiko kesehatan. Asuransi membantu melindungi finansial seseorang atau bisnis dari kerugian yang tidak terduga.
12. Apa manfaat membeli asuransi melalui platform digital seperti proteksi.zurich.co.id?
Keuntungannya meliputi proses yang cepat, transparan, mudah diakses dari mana saja, dan cocok untuk pengguna muda yang menginginkan layanan instan tanpa proses panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









