Akurat
Pemprov Sumsel

Purbaya: Gejolak Konflik Timur Tengah Belum Guncang APBN Signifikan

Andi Syafriadi | 4 Maret 2026, 08:30 WIB
Purbaya: Gejolak Konflik Timur Tengah Belum Guncang APBN Signifikan
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan gejolak geopolitik global, termasuk konflik Amerika Serikat dan Iran, belum mengganggu stabilitas keuangan Indonesia secara signifikan.

Purbaya menyampaikan hal tersebut sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Dirinya menyebut dampak awal konflik biasanya tercermin pada sektor ekspor dan harga minyak dunia.

Baca Juga: Kemenkeu Hitung Ulang Dampak Penutupan Selat Hormuz ke Perekonomian RI

Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah telah menghitung skenario lonjakan harga minyak mentah hingga USD92 per barel.

"Saya sudah hitung sampai USD92 per barel pun kita masih bisa kendalikan anggaran, jadi enggak ada masalah," ujar Purbaya.

Dalam asumsi makro APBN, harga minyak mentah Indonesia (ICP) menjadi salah satu variabel kunci karena memengaruhi subsidi energi, kompensasi, serta penerimaan negara dari sektor migas.

Harga minyak global historisnya sensitif terhadap konflik di kawasan Timur Tengah.

Penutupan jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz pernah memicu lonjakan harga minyak dan volatilitas fiskal negara importir.

Indonesia, meski memiliki produksi migas domestik, masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak sehingga rentan terhadap gejolak harga global.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Bunga Kredit Turun ke 8,80 Persen, Kredit Tumbuh 9,96 Persen

Oleh sebab itu, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan tekanan pada defisit anggaran.

Namun pemerintah menyatakan ruang fiskal masih tersedia untuk melakukan penyesuaian.

Bagi pasar keuangan, kepastian bahwa APBN tetap terkendali menjadi faktor penting menjaga stabilitas obligasi pemerintah dan nilai tukar rupiah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.