Antisipasi Risiko Terburuk Harga Minyak, Pemerintah Perkuat Penerimaan Pajak

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga defisit anggaran di tengah risiko lonjakan harga minyak akibat konflik global.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan jika terjadi gangguan distribusi seperti penutupan Selat Hormuz, harga impor minyak dapat meningkat dan menekan defisit.
Sebagai respons, pemerintah akan memperkuat penerimaan negara, terutama dari pajak dan kepabeanan.
Baca Juga: Kemenkeu Hitung Ulang Dampak Penutupan Selat Hormuz ke Perekonomian RI
"Kita pastikan aja pertama tax collection kita sama Bea Cukai enggak ada yang bocor. Itu sudah mengurangi tekanan ke defisit," ujarnya.
Ia menambahkan, setelah memastikan optimalisasi penerimaan, pemerintah akan menghitung dampak lanjutan dan menentukan langkah tambahan bila diperlukan.
Diketahui, penerimaan perpajakan dan bea cukai merupakan komponen utama pendapatan negara dalam struktur APBN.
Optimalisasi penerimaan menjadi strategi utama pemerintah saat tekanan eksternal meningkat.
Secara historis, penguatan tax ratio dan perbaikan administrasi perpajakan kerap menjadi bantalan fiskal ketika terjadi guncangan eksternal.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Bunga Kredit Turun ke 8,80 Persen, Kredit Tumbuh 9,96 Persen
Sebab optimalisasi penerimaan negara bertujuan menjaga defisit tetap dalam batas aman tanpa meningkatkan beban utang secara berlebihan.
Purbaya menegaskan ekonomi nasional tetap solid karena konsumsi domestik berkontribusi sekitar 90% terhadap produk domestik bruto (PDB). Selama permintaan domestik terjaga, dampak eksternal dinilai dapat diredam.
"Ekonomi kita masih bisa maju, enggak ada masalah. Dan kalaupun di atas, asalkan kita bisa jaga domestic demand yang 90 persen kontribusinya ke ekonomi, kita juga masih bisa survive," imbuhnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







