Target Bea Cukai 2026 Naik Rp 336 Triliun, AI hingga Operasi Terpadu Jadi Andalan

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan bersiap menghadapi kenaikan target penerimaan pada 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 336 triliun. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan target 2025 yang sebesar Rp 301,6 triliun.
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, mengatakan untuk mencapai target tersebut, Bea Cukai telah menyiapkan sejumlah strategi penguatan baik di sisi pengawasan maupun optimalisasi penerimaan.
“Target 2026 meningkat dan membutuhkan langkah-langkah yang lebih adaptif dan berbasis teknologi,” ujar Nirwala dalam konferensi pers di Jakarta Timur, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: Ancaman Tegas Purbaya Bekukan Bea Cukai, Begini Respon Bos DJBC
Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini akan digunakan untuk memperkuat penelitian nilai pabean dan klasifikasi barang, sehingga potensi penerimaan dapat digali secara lebih akurat dan risiko pelanggaran dapat ditekan sejak awal.
Selain itu, Bea Cukai juga melakukan modernisasi laboratorium serta penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).
Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanan, seiring dengan kompleksitas arus barang perdagangan internasional yang semakin tinggi.
Di sisi penindakan, DJBC akan memperkuat operasi serentak dan terpadu di seluruh wilayah pengawasan. Sepanjang 2025, Bea Cukai telah melakukan 30.451 penindakan dengan nilai barang mencapai Rp 8,8 triliun, yang menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat strategi ke depan.
Baca Juga: 5 Ribuan iPhone 16 Masuk Indonesia, DJBC: Tak Langgar Aturan
Nirwala menambahkan, target penerimaan 2026 juga mencakup rencana pengenaan bea keluar terhadap komoditas tertentu seperti emas dan batu bara. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi penerimaan negara sekaligus menjaga keseimbangan pemanfaatan sumber daya alam.
“Bea Cukai berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat, menjaga penerimaan negara, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui kinerja yang profesional dan berintegritas,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









