Akurat
Pemprov Sumsel

Bagian dari IFG, Askrindo Perluas Program Sosial 2026

Andi Syafriadi | 5 Maret 2026, 10:30 WIB
Bagian dari IFG, Askrindo Perluas Program Sosial 2026
Askrindo menganggarkan Rp1,77 miliar untuk TJSL dalam HUT ke-55, termasuk Rp550 juta santunan anak yatim dan bantuan pendidikan di 11 kota.

AKURAT.CO PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengalokasikan total Rp1,77 miliar untuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam rangka HUT ke-55 perusahaan.

Direktur Utama ASKRINDO, Fankar Umran menyebut anggaran tersebut mencakup santunan Rp550 juta untuk 550 anak yatim, bantuan pendidikan, serta berbagai kegiatan sosial di 11 kota wilayah operasional.

“Kami berharap santunan yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian perusahaan, tetapi juga dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim,” ujar Fankar.

Baca Juga: Askrindo Salurkan Klaim Asuransi Mikro untuk UMKM Korban Bencana Sumatera

Sebab, lanjutnya, sebagai bagian dari holding Indonesia Financial Group (IFG), kami berkomitmen menjalankan TJSL tidak hanya sebagai kewajiban regulasi, tetapi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Momentum HUT ke-55 menjadi refleksi bagi kami untuk memperkuat kontribusi sosial secara konsisten dan berkelanjutan, sejalan dengan pertumbuhan bisnis Askrindo," paparnya.

Sebagai informasi, dalam beberapa tahun terakhir BUMN didorong memperkuat pendekatan keberlanjutan (sustainability) dan dampak terukur dalam program sosialnya.

Baca Juga: WE+, ACA, dan Askrindo Siapkan Pelindung Bagi UMKM di Road to HRN 2025

Sehingga dengan alokasi dana Rp1,77 miliar menunjukkan skala kontribusi sosial perusahaan pada 2026.

Bantuan pendidikan dan santunan langsung dinilai membantu kelompok rentan serta memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.