Pemerintah Buka Opsi Kenaikan BBM Jika Harga Minyak Tembus USD92

AKURAT.CO Pemerintah membuka peluang penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) apabila lonjakan harga minyak dunia mulai memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan simulasi fiskal pemerintah menunjukkan risiko terhadap defisit APBN apabila harga minyak dunia naik jauh di atas asumsi dasar.
Menurutnya, dari hasil perhitungan pemerintah, tekanan terhadap APBN mulai terasa apabila harga minyak dunia berada di kisaran USD92 per barel. Sementara dalam asumsi dasar APBN, harga minyak masih diperhitungkan di sekitar USD60 per barel.
Baca Juga: Kemenkeu Hitung Ulang Dampak Penutupan Selat Hormuz ke Perekonomian RI
“Kita sudah exercise kalau harga minyak setahun rata-rata USD92 maka defisitnya 3,6% PDB, itu kita akan lakukan langkah-langkah supaya tidak terjadi di situ,” kata Purbaya saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan pemerintah memiliki sejumlah instrumen kebijakan untuk menjaga kesehatan fiskal ketika harga energi global meningkat.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penyesuaian harga BBM domestik, terutama jika tekanan terhadap anggaran semakin besar.
Namun demikian, Purbaya menegaskan kebijakan kenaikan harga BBM hanya akan dipertimbangkan sebagai opsi terakhir apabila ruang fiskal tidak lagi mencukupi untuk menahan lonjakan subsidi energi.
“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain. Kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM,” ujarnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Bunga Kredit Turun ke 8,80 Persen, Kredit Tumbuh 9,96 Persen
Selama ini pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk menjaga stabilitas harga energi domestik melalui subsidi maupun kompensasi kepada badan usaha energi.
Kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban tersebut karena selisih antara harga pasar dan harga jual domestik harus ditanggung oleh anggaran negara.
Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan pasar energi global untuk memastikan stabilitas fiskal tetap terjaga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






