Akurat
Pemprov Sumsel

Reformasi Pasar Modal Dorong Transparansi dan Komunikasi Lebih Terbuka

Saeful Anwar | 11 Maret 2026, 15:12 WIB
Reformasi Pasar Modal Dorong Transparansi dan Komunikasi Lebih Terbuka
Diskusi Road to Investor Relations Forum (IRF) 2026 bertema “Era Baru Transparansi Pasar Modal” yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (10/3/2026).

AKURAT.CO Pasar modal Indonesia dinilai tengah memasuki era baru transformasi dan reformasi guna mendorong perkembangan menuju level global.

Semangat tersebut menjadi benang merah dalam diskusi Road to Investor Relations Forum (IRF) 2026 bertema “Era Baru Transparansi Pasar Modal” yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Diskusi menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Eddy Manindo Harahap, serta pengamat pasar modal Hans Kwee. Acara dimoderatori Founder dan Pemimpin Redaksi SUAR.ID, Sutta Dharmasaputra.

Kegiatan Road to Indonesia Investor Relations Forum (IRF) 2026 yang diselenggarakan oleh Kitacomm bersama media SUAR.ID dengan dukungan Bursa Efek Indonesia ini menjadi forum diskusi awal menjelang penyelenggaraan Indonesia IRF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.

Founder & CEO Kitacomm, Henny Lestari, mengatakan investor relations memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang perusahaan publik dalam membangun kepercayaan investor sekaligus menjaga nilai perusahaan di pasar.

“Selama lebih dari 25 tahun mendampingi perusahaan di pasar modal, kami melihat bahwa investor relations memegang peran penting dalam membangun kepercayaan investor. Dengan semakin banyaknya perusahaan tercatat di Indonesia, kebutuhan akan praktisi investor relations yang kompeten juga semakin besar,” ujar Henny.

Menurutnya, melalui Indonesia Investor Relations Forum yang kini memasuki tahun kedua, diharapkan forum tersebut dapat menjadi wadah untuk mendorong penguatan standar sekaligus pengembangan profesi investor relations di Indonesia.

Baca Juga: PIK 2 Asah Keterampilan Warga Salembaran Jati Lewat Pelatihan Menjahit

Sebagai bagian dari rangkaian menuju Indonesia IRF 2026, akan digelar dua diskusi utama. Diskusi pertama berlangsung pada 10 Maret 2026 dengan tema “Era Baru Transparansi Pasar Modal”.

Sementara diskusi kedua dijadwalkan pada 9 April 2026 dengan tema “Mengupas Tuntas Ambang Batas Kebijakan Baru Free Float”.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut karena dinilai menjadi ruang komunikasi yang positif antara self-regulatory organization (SRO), investor, emiten, serta seluruh ekosistem pasar modal.

“Forum seperti ini sangat penting untuk membangun transparansi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK Eddy Manindo Harahap menilai forum komunikasi seperti ini diperlukan mengingat potensi besar pasar modal Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Eddy, pasar modal Indonesia memiliki peluang besar untuk naik kelas dan bersaing di tingkat global, yang salah satunya harus didukung dengan transparansi yang lebih baik.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka terkait berbagai kebijakan maupun rencana pengembangan pasar modal.

“Ini menjadi momentum penting untuk menjadikan pasar modal Indonesia naik kelas, dan hal itu perlu terus kita komunikasikan kepada investor, emiten, dan masyarakat luas,” kata Jeffrey.

Sementara itu, pengamat pasar modal Hans Kwee menilai diskusi dalam forum investor seperti ini dapat memberikan dampak positif dalam menjaga arus informasi antara regulator, investor, dan emiten.

“Komunikasi yang baik akan memudahkan semua pihak dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Investor Relations Forum (IRF) merupakan platform kolaboratif yang dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas komunikasi dan transparansi di pasar modal Indonesia.

Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, perusahaan tercatat, investor, hingga media, untuk bertukar wawasan, berbagi praktik terbaik, serta mendorong kemajuan dalam praktik hubungan investor di Indonesia.

Baca Juga: Swiss: Diduga Ada yang Membakar Diri di Dalam Bus, Enam Orang Tewas

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.