Ini Langkah OJK Jaga Kepercayaan Pasar di Tengah Revisi Outlook Surat Utang RI

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan strategi untuk menjaga kepercayaan investor di tengah outlook negatif ekonomi Indonesia yang disampaikan sejumlah lembaga pemeringkat global.
Belum lama ini, Fitch merevisi outlook peringkat utang RI dan bank BUMN dari netral menjadi negatif, meskipun peringkat tetap dipertahankan pada investment grade atau BBB.
Pejabat Sementara Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi menilai, stabilitas sistem keuangan dan penguatan pasar modal menjadi kunci menjaga optimisme pasar.
Baca Juga: Fitch Revisi Outlook Kredit RI ke Negatif, Pertahankan Peringkat BBB
Di tengah ketidakpastian global, regulator menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat, namun perlu langkah konkret untuk memperdalam pasar keuangan serta memperluas sumber pembiayaan pembangunan.
Strategi ini dinilai penting untuk menjaga sentimen investor, stabilitas pasar modal, serta keberlanjutan pembiayaan ekonomi nasional di era pemerintahan baru.
OJK Fokus Jaga Stabilitas Sistem Keuangan
Friderica memaparkan strategi regulator dalam menjaga kepercayaan investor di tengah berbagai penilaian negatif terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Menurut Kiki, langkah utama yang harus dilakukan adalah memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, sekaligus mendorong sektor jasa keuangan terus tumbuh dan berinovasi.
Dirinya menegaskan bahwa stabilitas tidak berarti industri keuangan harus berjalan stagnan. Sebaliknya, sektor jasa keuangan perlu terus berkembang agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.
“Saya ini ingin sekali mendorong supaya bagaimana sektor jasa keuangan ini semakin bisa kontributif terhadap pembangunan ekonomi nasional, terhadap program-program strategis yang dimiliki oleh pemerintah,” kata usai forum RDPU di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Pendalaman Pasar Modal Jadi Kunci Pembiayaan Ekonomi
Selain menjaga stabilitas sistem keuangan, OJK juga menilai pendalaman pasar keuangan menjadi langkah penting untuk memperkuat sumber pembiayaan pembangunan.
Menurut Kiki, kebutuhan pembiayaan ekonomi Indonesia yang terus meningkat tidak bisa hanya mengandalkan sektor perbankan. Pasar modal perlu diperkuat agar mampu menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha maupun pemerintah.
Dengan memperkuat peran pasar modal, struktur pembiayaan ekonomi nasional akan menjadi lebih beragam dan berkelanjutan.
Langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan daya tahan ekonomi domestik sekaligus memperkuat kepercayaan investor, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang semakin tidak pasti.
Outlook Negatif Ekonomi Indonesia Jadi Catatan Evaluasi
Kiki juga menanggapi pandangan sejumlah lembaga pemeringkat global yang memberikan outlook negatif terhadap ekonomi Indonesia. Menurutnya, meskipun terdapat sejumlah catatan, lembaga tersebut tetap mengakui bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih relatif solid.
Namun, beberapa aspek dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih dari regulator dan pemerintah, salah satunya kondisi di pasar modal.
Kiki mengatakan, masukan dari lembaga pemeringkat tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi regulator untuk melakukan langkah perbaikan.
“Harapannya ini akan memperbaiki situasi dan ke depan outlook bisa kembali dinaikkan lagi. Kalau rating sih harapan kita tentu kita semua selalu menjaga,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









