Bandingkan Defisit dengan Malaysia dan Vietnam, Purbaya: Indonesia Masih Rendah

AKURAT.CO Pemerintah menilai posisi fiskal Indonesia masih dalam batas aman meskipun menghadapi tekanan global yang berpotensi mendorong pelebaran defisit APBN 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pengelolaan APBN tetap dilakukan secara hati-hati meski pemerintah membuka opsi penyesuaian defisit.
"Saat ini kondisi fiskal Indonesia masih kompetitif jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan," ucapnya di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Pada 2025, lanjut Purbaya, ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,11% (year-on-year) dengan defisit APBN sebesar 2,92% terhadap PDB.
Baca Juga: Menkeu Buka Opsi Defisit APBN 2026 di Atas 3% PDB
Sebagai pembanding, Malaysia mencatat pertumbuhan sekitar 5,17% dengan defisit fiskal 6,41% PDB, sedangkan Vietnam mencatat pertumbuhan sekitar 8,02% dengan defisit sekitar 3,6% PDB.
"Kalau dari angka itu saja seharusnya nggak ada masalah," kata Purbaya.
Namun pemerintah tetap mencermati evaluasi lembaga pemeringkat global seperti Fitch Ratings dan Moody's Investors Service terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.
Lembaga pemeringkat internasional secara rutin memantau kesehatan fiskal suatu negara untuk menentukan peringkat kredit.
Peringkat kredit memengaruhi biaya pinjaman pemerintah di pasar global serta persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi.
Baca Juga: Gandeng Kemenkeu, BGN Perkuat Tata Kelola Anggaran Gizi Nasional Lewat E-Learning dan Aplikasi SPPG
Karena itu, kebijakan fiskal perlu menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan disiplin anggaran.
Stabilitas fiskal menjadi faktor penting bagi investor dalam menilai risiko ekonomi suatu negara.
Jika defisit tetap terkendali, biaya pembiayaan pemerintah dan sektor swasta dapat lebih stabil, sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






