Rupiah Ambruk Lagi 65 Poin ke Rp.16.958

AKURAT.CO Usai kemarin melemah 0,04% ke Rp16.893, rupiah kembali turun 65 poin (0,38%) ke Rp.16.958 pada perdagangan hari ini, Jumat (13/3/2026) usai ditekan sejumlah sentimen eksternal dan internal.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat dari sisi eksternal, tekanan datang dari harga minyak yang terus melonjak, setelah pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup.
Jalur air sempit ini merupakan titik kritis yang dilalui seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan selat tersebut telah menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.
Baca Juga: Purbaya: Fundamental Ekonomi RI Masih Jaga Rupiah
Para pelaku pasar dan analis khawatir bahwa lonjakan harga minyak yang besar akan berdampak ke seluruh dunia dalam bentuk guncangan inflasi. Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan global, terakhir kali berada di sekitar D100 per barel.
Bank sentral, seperti Federal Reserve, mungkin terpaksa mempertimbangkan kembali pemotongan suku bunga jangka pendek jika inflasi meningkat. Biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat menarik lebih banyak investasi asing, sehingga meningkatkan daya tarik dolar.
Selain konflik Iran, investor juga memantau data inflasi AS minggu ini. Angka indeks harga konsumen pada hari Rabu menunjukkan inflasi sebagian besar tetap stabil pada bulan Februari dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, angka tersebut tidak mencerminkan lonjakan inflasi akibat kenaikan harga minyak karena kampanye AS-Israel di Iran.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi untuk bulan Januari, yang akan dirilis akhir pekan ini, diharapkan memberikan lebih banyak petunjuk tentang inflasi AS. Yang terpenting, angka tersebut adalah ukuran inflasi pilihan The Fed, dan kemungkinan akan menjadi faktor dalam ekspektasi suku bunga jangka panjang.
Sentimen Internal
Dari sisi internal, pasar terus menyoroti beban pembayaran bunga utang membatasi ruang manuver pemerintah untuk mendorong ekonomi melalui akselerasi belanja negara. Estimasi berdasarkan skema defisit anggaran dikurangi keseimbangan primer, realisasi pembayaran bunga utang telah menembus angka Rp99,8 triliun pada bulan Februari 2026.
Jumlah ini setara 27,8% dari total pendapatan negara sebesar Rp358 triliun atau 28,8% jika dibandingkan realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp346,1 triliun pada bulan lalu.
Risiko pembengkakan beban bunga utang semakin besar menyusul kebijakan tukar guling utang atau debt switch antara Bank Indonesia (BI) dengan pemerintah serta tensi panas geopolitik global yang berpotensi mengerek tingkat imbal hasil (yield) surat berharga negara alias SBN.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan per 10 Maret 2026, tingkat yield SBN tenor 10 tahun bertengger di level 6,52%, sementara yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun berada di posisi 4,09%.
Secara akumulasi sejak awal tahun (year to date/YtD), yield SBN mengalami kenaikan sebesar 55 basis poin (bps). Kenaikan yield SBN berisiko meningkatkan beban pembayaran bunga utang di dalam APBN.
Kendati demikian, pemerintah masih optimis dengan mengelola utang, baik dari sisi portofolio maupun penerbitan tahunan (annual issuance), dengan sangat hati-hati untuk memastikan risiko tetap terjaga, termasuk dari sisi pengelolaan rasio pembayaran bunga utang (interest ratio) dan Debt Service Ratio (DSR).
Contoh konkret, penerimaan pajak yang mampu tumbuh hingga 30,4% pada Februari 2026 akan berdampak langsung pada perbaikan rasio pembayaran bunga utang maupun DSR.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







