Harga Emas Ditaksir Tembus USD6.000 per Troyounce di 2026, Ini Pendorongnya

AKURAT.CO Harga emas global diproyeksikan masih melanjutkan tren kenaikan hingga akhir 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.
Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) memperkirakan harga emas berpotensi bergerak di kisaran USD5.500 hingga USD6.000 per troy ounce dengan volatilitas yang tetap tinggi.
Proyeksi harga emas 2026 ini didorong oleh sejumlah faktor utama seperti permintaan bank sentral global, risiko geopolitik yang terus meningkat, serta ketidakpastian kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian 12 Maret 2026: UBS Melonjak ke Rp3.113.000 per Gram
Di tengah kondisi pasar global yang tidak stabil, emas kembali menjadi sorotan investor sebagai aset safe haven sekaligus instrumen diversifikasi portofolio yang dinilai mampu menjaga nilai kekayaan.
Proyeksi Harga Emas 2026: ICDX Sebut Potensi Sentuh USD6.000
Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) memperkirakan harga emas masih memiliki ruang penguatan signifikan hingga akhir 2026.
Analis Research and Development ICDX, Tiffani Safinia mengatakan, sejumlah lembaga keuangan global mulai menaikkan proyeksi harga emas seiring meningkatnya ketidakpastian global.
“Beberapa lembaga keuangan global telah menaikkan proyeksi harga emas untuk tahun 2026, yang didorong oleh risiko geopolitik global yang persisten serta permintaan struktural dari bank sentral,” kata Tiffani Safinia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Dirinya menambahkan bahwa kondisi tersebut mencerminkan ekspektasi reli emas yang semakin kuat di tengah ketidakpastian global.
“Hal ini mencerminkan ekspektasi reli yang semakin menguat di tengah ketidakpastian geopolitik dan pembelian agresif oleh bank sentral,” ujarnya.
Harga Emas Terus Direvisi Naik
Optimisme terhadap harga emas juga tercermin dari survei pasar internasional.
Berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap 30 analis dan trader global, median proyeksi harga emas pada 2026 diperkirakan mencapai USD4.746,50 per troy ounce.
Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar USD4.275 per troy ounce yang dipublikasikan pada Oktober 2025.
Sejumlah bank investasi global bahkan memberikan proyeksi yang lebih agresif. Goldman Sachs menaikkan target harga emas akhir 2026 menjadi USD5.400 per troy ounce, dari sebelumnya USD4.900.
JP Morgan memperkirakan harga emas bisa mencapai USD6.300 per troy ounce. Morgan Stanley mematok proyeksi rata-rata USD4.600, dengan skenario bullish mencapai USD5.700 pada paruh kedua 2026.
Deutsche Bank memperkirakan harga emas dapat menembus USD6.000 per troy ounce. Citi Research menargetkan USD5.000 per troy ounce. UBS bahkan memproyeksikan harga emas hingga USD6.200 per troy ounce.
Proyeksi tersebut memperkuat pandangan bahwa reli emas global masih memiliki momentum kuat dalam beberapa tahun ke depan.
Faktor Penggerak Harga Emas Global
ICDX menilai pergerakan harga emas tidak hanya dipengaruhi sentimen geopolitik, tetapi juga dinamika makroekonomi global.
Salah satu faktor yang memicu volatilitas adalah lonjakan harga energi yang sempat memicu kekhawatiran inflasi global.
Selain itu, pergerakan dolar AS serta imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) tenor 10 tahun juga menjadi indikator penting bagi pasar emas.
Pasar saat ini masih menunggu arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) yang dinilai akan memengaruhi aliran dana ke aset safe haven seperti emas.
Dalam kondisi tertentu, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi dapat menekan harga emas. Namun dalam situasi ketidakpastian global, logam mulia tetap menjadi pilihan utama investor untuk lindung nilai.
2025 Jadi Tahun Terbaik Emas dalam Beberapa Dekade
Jika melihat kinerja historisnya, tahun 2025 tercatat sebagai salah satu periode terbaik bagi emas dalam beberapa dekade terakhir.
Tiffani Safinia menjelaskan bahwa sepanjang 2025 harga emas mengalami lonjakan signifikan hingga 64 persen, dengan total 53 kali mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (all time high).
“Jika berkaca dari tahun sebelumnya, 2025 menjadi salah satu tahun terbaik bagi emas dalam beberapa dekade dan memperkuat perannya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.
Rekor harga tertinggi emas tercatat pada 26 Desember 2025 di level USD4.550 per troy ounce.
Sementara itu, rata-rata harga emas sepanjang tahun tersebut berada di kisaran USD3.431 per troy ounce.
Bank Sentral Dunia Masih Agresif Borong Emas
Salah satu pendorong utama reli emas global adalah pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia.
Sepanjang 2025, total pembelian emas oleh bank sentral tercatat sekitar 863 ton.
Meski jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode 2022 hingga 2024, permintaan dari bank sentral tetap menjadi faktor struktural yang menopang harga emas dalam jangka panjang.
Selain itu, volatilitas dolar AS akibat ketidakpastian arah kebijakan moneter juga mendorong investor meningkatkan alokasi aset ke emas.
Tiffani juga menjelaskan bahwa sejumlah peristiwa global turut memperkuat tren kenaikan emas sepanjang 2025.
Beberapa sentimen yang menjadi pendorong kenaikan emas pada 2025 antara lain tiga kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dengan total 75 basis points melalui keputusan FOMC.
"Kemudian konflik Timur Tengah antara Israel dan Iran, perang Rusia-Ukraina, serta ketegangan antara Amerika Serikat dan China,” ungkapnya.
Kombinasi faktor geopolitik dan makroekonomi tersebut menciptakan ketidakpastian global yang tinggi.
“Hal ini memberikan gambaran bahwa kombinasi faktor makro dan geopolitik mendorong reli emas sepanjang 2025,” kata Tiffani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











