IHSG Terkoreksi 1,6% ke 7.022, Sektor Energi dan Propeti Terparah

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Senin (16/3/2026) di tengah tekanan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG turun cukup tajam ke level 7.022,288 setelah kehilangan 114,92 poin atau 1,61% dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 7.137,21.
Koreksi IHSG hari ini dipicu oleh pelemahan sejumlah sektor utama seperti energi, properti, hingga bahan baku yang kompak berada di zona merah.
Meski aktivitas transaksi di pasar saham Indonesia masih tergolong tinggi, tekanan jual yang lebih dominan membuat pergerakan indeks cenderung negatif sepanjang sesi perdagangan.
Kondisi ini juga mencerminkan meningkatnya aksi profit taking investor di tengah dinamika pasar saham domestik.
IHSG Melemah, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah
Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan Kamis menunjukkan tekanan yang cukup kuat dari sisi jumlah saham yang terkoreksi.
Berdasarkan data RTI, tercatat hanya 180 saham yang berhasil menguat, sementara sebanyak 542 saham mengalami pelemahan dan 98 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Kondisi tersebut mencerminkan sentimen negatif yang lebih dominan di pasar. Meski demikian, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia masih tergolong aktif.
Sepanjang hari ini, tercatat sebanyak 31,7 miliar saham diperdagangkan melalui 1.672.746 transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp15,8 triliun.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat berada di level Rp12.438 triliun.
Dari sisi sektoral, sebagian besar indeks sektor mengalami tekanan sepanjang perdagangan hari ini.
Sektor energi menjadi salah satu yang mencatatkan penurunan cukup dalam, yakni sebesar 2,29%. Penurunan ini menjadikan sektor energi sebagai salah satu penekan utama terhadap pergerakan IHSG.
Selain itu, sektor properti juga mengalami koreksi cukup signifikan dengan pelemahan mencapai 2,33%. Sektor bahan baku turut terkoreksi sebesar 1,66%.
Tekanan juga terlihat pada sektor teknologi yang turun 1,27% serta sektor transportasi dan logistik yang melemah 1,28%.
Di sisi lain, sektor keuangan juga tidak luput dari tekanan dengan penurunan sebesar 0,86 persen.
Sementara itu, sektor infrastruktur terkoreksi 0,67%, sektor barang konsumsi primer melemah 0,55%, dan sektor perindustrian turun tipis sebesar 0,35%.
Hanya Dua Sektor Bertahan di Zona Hijau
Di tengah pelemahan mayoritas sektor di pasar saham Indonesia, hanya dua sektor yang berhasil mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini.
Sektor kesehatan menjadi sektor dengan kinerja terbaik setelah berhasil naik sebesar 0,12%. Selain itu, sektor barang konsumsi siklikal juga masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,02%.
Kinerja dua sektor ini menunjukkan masih adanya minat beli investor pada saham-saham tertentu meskipun secara keseluruhan pasar sedang mengalami tekanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










