Menkeu: Kenaikan Minyak Global Belum Picu BBM Naik

AKURAT.CO Pemerintah memastikan kenaikan harga minyak dunia belum berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di dalam negeri.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan untuk menyerap kenaikan biaya energi agar tekanan tidak langsung dirasakan masyarakat.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih mampu menahan dampak lonjakan harga minyak global melalui kebijakan fiskal.
Baca Juga: Malaysia Gelontorkan Rp8 Triliun per Bulan untuk Tahan Harga BBM
“Di luar tidak ada gejolak berarti kan sekarang? Karena pemerintah meng-absorb kenaikan biayanya,” kata Purbaya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin.
Ia menegaskan pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.
Sebab menurutnya, salah satu fungsi utama kebijakan fiskal adalah menjadi bantalan ketika terjadi gejolak eksternal, termasuk kenaikan harga energi dunia.
Jika kenaikan harga minyak langsung diteruskan ke harga BBM domestik, hal tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Harga minyak global dikenal sangat fluktuatif karena dipengaruhi kondisi geopolitik, produksi negara produsen, dan permintaan global.
Dalam beberapa dekade terakhir, lonjakan harga minyak kerap berdampak pada inflasi dan biaya energi di berbagai negara.
Indonesia pernah menghadapi tekanan serupa pada periode lonjakan minyak global sebelumnya.
Pada saat itu pemerintah juga menggunakan instrumen fiskal, termasuk subsidi energi dan kompensasi fiskal, untuk menjaga stabilitas harga domestik.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran
Dalam APBN, pos subsidi dan kompensasi energi memang disiapkan sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat.
Kebijakan menahan kenaikan harga BBM bertujuan menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah yang paling sensitif terhadap kenaikan harga energi.
Stabilitas harga energi juga berperan penting bagi sektor transportasi, industri, serta inflasi nasional. Jika harga BBM naik secara tiba-tiba, biaya logistik dan harga barang dapat meningkat.
Bagi pasar keuangan, kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga energi juga menjadi indikator kesehatan fiskal dan kredibilitas kebijakan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









