Akurat
Pemprov Sumsel

Target Tabungan Rp10 Juta 6 Bulan Apakah Masih Realistis? Begini cara Hitungnya

Esha Tri Wahyuni | 22 Maret 2026, 21:50 WIB
Target Tabungan Rp10 Juta 6 Bulan Apakah Masih Realistis? Begini cara Hitungnya
ilustrasi menabung

AKURAT.CO Target menabung Rp10 juta dalam waktu 6 bulan dinilai masih realistis dicapai oleh kelompok usia produktif, asalkan didukung strategi pengelolaan keuangan yang disiplin dan terukur.

Di tengah tekanan biaya hidup yang meningkat, pendekatan berbasis perencanaan dinilai menjadi kunci utama menjaga kesehatan finansial.

Berdasarkan simulasi perhitungan, untuk mencapai Rp10 juta dalam 6 bulan, individu perlu menyisihkan sekitar Rp1,66 juta per bulan atau setara Rp55 ribu per hari. Angka ini menjadi baseline yang dapat disesuaikan dengan kondisi pendapatan masing-masing.

Baca Juga: Mau Isi Dompet Lebih Stabil, Coba Tips Keuangan Sesuai Usia Kamu

Bank Indonesia mencatat rasio tabungan masyarakat terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia berada di kisaran 30% dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan kapasitas menabung yang masih berkembang.

Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2022 menunjukkan tingkat literasi keuangan baru mencapai 49,68%, meski inklusi keuangan sudah menyentuh 85,10%.

Sejumlah perencana keuangan menilai, pendekatan “pay yourself first” atau memprioritaskan tabungan di awal penerimaan pendapatan menjadi metode yang efektif.

Dari sisi perhitungan, individu dengan penghasilan Rp5 juta per bulan dan pengeluaran Rp3,5 juta masih memiliki ruang menabung Rp1,5 juta. Namun, terdapat selisih sekitar Rp166 ribu dari target ideal bulanan. Kondisi ini menuntut efisiensi pengeluaran atau tambahan sumber pendapatan.

Tren menabung di Indonesia menunjukkan peningkatan pascapandemi COVID-19. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional terus tumbuh, dengan nilai mencapai lebih dari Rp8.000 triliun pada 2024. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan perilaku menabung yang merata di seluruh kelompok usia.

Kelompok usia 18–35 tahun menjadi fokus karena berada dalam fase produktif sekaligus konsumtif. Laporan berbagai platform keuangan digital menunjukkan bahwa generasi muda cenderung memiliki pengeluaran tinggi pada gaya hidup, termasuk konsumsi makanan, hiburan, dan belanja impulsif.

Baca Juga: Wajib Adaptif dan Cerdas, Berikut 10 Tips Keuangan untuk Menghadapi Dinamika Ekonomi di Tahun 2025

Dalam konteks ini, metode budgeting seperti 50/30/20 dinilai perlu disesuaikan. Untuk mencapai target agresif seperti Rp10 juta dalam 6 bulan, porsi tabungan disarankan meningkat hingga 30–40% dari pendapatan.

Penerapan strategi menabung yang disiplin berpotensi meningkatkan ketahanan finansial individu, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan tekanan inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sepanjang 2025 berada di kisaran 2–4%, yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Pengeluaran kecil yang tidak terkontrol juga menjadi faktor signifikan. Misalnya, konsumsi harian seperti kopi Rp25 ribu dapat mencapai Rp750 ribu per bulan. Dengan pengurangan konsumsi non-esensial, potensi tambahan tabungan bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan.

Selain itu, penggunaan instrumen keuangan seperti deposito berjangka pendek, reksa dana pasar uang, hingga fitur autodebet perbankan dinilai membantu menjaga konsistensi menabung. Instrumen ini juga meminimalkan risiko penggunaan dana sebelum target tercapai.

Di sisi lain, peningkatan sumber pendapatan melalui pekerjaan sampingan seperti freelance atau bisnis online menjadi alternatif yang semakin umum di kalangan generasi muda. Tambahan penghasilan Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan dinilai signifikan dalam mempercepat pencapaian target tabungan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.