CamilanQ Angkat Pastel Abon “Jadul” dari Surakarta Terus Berkembang Berkat Dukungan LinkUMKM BRI

AKURAT.CO Berangkat dari camilan jadul yang dikemas menarik, CamilanQ tumbuh sebagai usaha kuliner di Surakarta sejak 2020 dengan Pastel Abon sebagai produk utama. Pemasaran dijalankan melalui penjualan online dan offline, serta penguatan eksposur di pameran dan event, dengan jangkauan pasar lokal hingga antar kota.
Pastel Abon CamilanQ dikenal dengan karakter gurih dan renyah, sekaligus dijaga melalui konsistensi rasa khas dan penggunaan bahan baku berkualitas.
Pendekatan tersebut menjadi dasar untuk mempertahankan permintaan pelanggan di tengah perubahan selera pasar dan dinamika kanal penjualan.
Founder CamilanQ, Sri Lestari Rahayu, menyampaikan bahwa pengembangan usaha dilakukan secara bertahap dengan fokus pada kualitas produk, promosi, dan layanan pelanggan agar pertumbuhan berjalan lebih stabil.
Proses tersebut juga mendorong penguatan pemasaran melalui kanal digital seiring meningkatnya kebutuhan menjangkau pembeli yang lebih beragam.
“CamilanQ dimulai dari hobi membuat kue dan camilan di rumah. Ide awalnya dari membuat pastel abon untuk keluarga dan tetangga, lalu banyak yang suka dan minta dibuatkan lagi. Tahun 2020 mulai jalan, awalnya jualan online di media sosial. Proses membangun usaha dilakukan dengan terus meningkatkan kualitas produk, promosi, dan melayani pelanggan dengan baik,” ujarnya.
Untuk memperkuat kemampuan digital, Sri menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dimanfaatkan untuk memperluas pasar melalui pelatihan digital marketing serta akses ke platform e-commerce, termasuk pemanfaatan fitur promo digital.
CamilanQ juga menggunakan QRIS BRI serta tabungan BRI untuk membantu pengelolaan keuangan usaha.
“Mengenal LinkUMKM BRI dari Rumah BUMN Solo, saya bergabung karena ingin meningkatkan kemampuan digital dan memperluas pasar. LinkUMKM membantu melalui pelatihan digital marketing dan akses ke platform e-commerce, sementara fitur yang saya gunakan adalah promo digital. Setelahnya, omzet meningkat dan jangkauan pasar lebih luas,” ungkapnya.
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dirancang untuk memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar UMKM dapat memperkuat kemampuan digital serta menata pengelolaan usaha secara lebih terarah.
“LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk berkembang. Kami mendorong UMKM memanfaatkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan agar pengelolaan usaha berjalan lebih terarah dan adaptif. Melalui penguatan tersebut, BRI berkomitmen memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








