BI Andalkan SVBI dan SUVBI Untuk Stabilisasi Rupiah

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) resmi memperkuat strategi operasi moneternya dengan mengimplementasikan Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI) sebagai underlying dalam transaksi repo valas.
Kebijakan ini mulai berlaku pada Senin (30/3) dan menjadi langkah strategis dalam memperdalam pasar keuangan serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.
Dengan fokus pada peningkatan likuiditas valas, efektivitas transmisi kebijakan moneter, serta penguatan pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA), langkah ini dinilai krusial bagi pelaku perbankan dan investor yang membutuhkan instrumen likuid berkualitas tinggi (high quality liquid assets/HQLA).
Baca Juga: Proyeksi Sepekan ke Depan: Dolar dan Minyak Menguat, Rupiah ke 17.100
BI Gunakan SVBI dan SUVBI untuk Perkuat Operasi Moneter
Bank Indonesia mulai mengimplementasikan penggunaan SVBI dan SUVBI sebagai agunan dalam transaksi repo valas. Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan strategi operasi moneter berbasis pasar (pro-market) yang dirancang untuk meningkatkan kedalaman pasar keuangan domestik.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat mendorong aktivitas di pasar sekunder.
“Melalui penguatan tersebut, aktivitas pasar sekunder SVBI dan SUVBI diharapkan akan semakin meningkat, sehingga turut mendukung pendalaman pasar keuangan serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global yang masih berlanjut,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Erwin menjelaskan bahwa implementasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, khususnya di sektor pasar uang dan valas. Repo valas dengan underlying SVBI dan SUVBI juga dapat diikuti oleh dealer utama (primary dealer) di pasar PUVA.
“Dalam pelaksanaannya, transaksi repo valas ini dapat diikuti oleh dealer utama (primary dealer) PUVA,” jelasnya.
Dengan adanya instrumen ini, perbankan memiliki alternatif tambahan dalam mengelola likuiditas, terutama dalam mata uang asing. Hal ini penting di tengah volatilitas global yang masih tinggi.
Perkuat Status SVBI dan SUVBI sebagai Aset Likuid Berkualitas
Penambahan fitur repo ke dalam SVBI dan SUVBI turut memperkuat karakteristik kedua instrumen tersebut sebagai aset likuid berkualitas tinggi atau high quality liquid assets (HQLA). Status ini menjadikan SVBI dan SUVBI semakin menarik bagi pelaku pasar, khususnya perbankan yang membutuhkan fleksibilitas likuiditas.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya BI dalam memperluas instrumen operasi moneter yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar global.
Sebelumnya, Bank Indonesia juga telah mengumumkan penguatan kebijakan transaksi pasar valas yang akan mulai berlaku pada April 2026. Salah satu poin utama adalah penyesuaian threshold pembelian valas yang wajib disertai dokumen underlying.
Nilai ambang batas tersebut diturunkan dari USD100 ribu per pelaku per bulan menjadi USD50 ribu. Kebijakan ini bertujuan memastikan bahwa setiap transaksi valas didasarkan pada kebutuhan ekonomi yang riil, bukan spekulasi.
Ekspansi Instrumen Repo Rupiah Sudah Dimulai Sejak 2025
Tidak hanya di pasar valas, BI juga telah lebih dulu memperluas instrumen underlying repo untuk operasi moneter rupiah sejak November 2025. Saat itu, BI mulai menerima surat berharga berkualitas tinggi lainnya, termasuk obligasi korporasi milik PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BI dalam menciptakan pasar keuangan yang lebih dalam, likuid, dan resilien
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








