Akurat
Pemprov Sumsel

Kinerja NIM Moncer, KB Bank Berbalik Untung Rp66,59 Miliar di 2025

Esha Tri Wahyuni | 3 April 2026, 19:13 WIB
Kinerja NIM Moncer, KB Bank Berbalik Untung Rp66,59 Miliar di 2025
KB Bank

AKURAT.CO PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp66,59 miliar di 2025, berbalik signifikan dibandingkan posisi rugi Rp6,33 triliun pada 2024.

Transformasi KB Bank menuju profitabilitas berkelanjutan menjadi kata kunci utama dalam perbaikan kinerja ini. Didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih, efisiensi biaya dana, serta perbaikan kualitas aset, bank ini menunjukkan pemulihan fundamental bisnis yang semakin solid.

Tren ini juga memperkuat posisi KB Bank di tengah kompetisi industri perbankan nasional yang semakin ketat, sekaligus menarik perhatian investor yang mencari bank dengan turnaround story kuat di pasar modal Indonesia.

Baca Juga: KB Bank Salurkan Pembiayaan Rp500 Miliar ke PNM, Perluas Akses Modal ke UMKM

KB Bank Berhasil Balik dari Rugi ke Laba

KB Bank mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya dengan membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba. Sepanjang 2025, laba bersih konsolidasi mencapai Rp66,59 miliar, berbanding terbalik dengan kerugian besar pada tahun sebelumnya.

Perubahan ini tidak terjadi secara instan. Perbaikan didorong oleh disiplin dalam eksekusi strategi transformasi, khususnya dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan kualitas aset produktif.

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi yang dijalankan secara konsisten.

“Pencapaian laba bersih di tahun 2025 merupakan hasil dari disiplin eksekusi strategi transformasi yang kami jalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Kualitas Aset Membaik, Risiko Kredit Mulai Terkendali

Salah satu indikator utama pemulihan KB Bank terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah atau loan at risk (LAR). Pada 2025, rasio ini turun menjadi 20,31% dari sebelumnya 22,76%.

Penurunan ini mencerminkan perbaikan kualitas portofolio kredit serta pengelolaan risiko yang lebih ketat. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan profitabilitas bank.

Selain itu, langkah ini juga berdampak langsung pada penurunan biaya pencadangan, yang sebelumnya menjadi salah satu faktor utama kerugian.

Dari sisi profitabilitas inti, KB Bank mencatatkan peningkatan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) menjadi Rp1,19 triliun, naik 3,40% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,15 triliun.

Net Interest Margin (NIM) juga mengalami perbaikan menjadi 1,43%. Hal ini menunjukkan bahwa bank semakin efisien dalam mengelola biaya dana sekaligus meningkatkan kualitas aset produktif.

Kinerja ini menandakan bahwa mesin utama pendapatan bank mulai pulih dan berjalan lebih optimal. Dari sisi likuiditas, KB Bank menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) turun menjadi 91,07% dari sebelumnya 103,26%.

Penurunan ini mencerminkan struktur pendanaan yang lebih sehat dan seimbang. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya pada giro dan tabungan, turut memperkuat basis dana murah (CASA).

Selain itu, rasio likuiditas tetap berada jauh di atas ketentuan regulator. Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 220,01%, sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) berada di level 101,82%.

Permodalan Solid, Siap Dorong Ekspansi Bisnis

KB Bank juga menjaga kekuatan permodalannya. Capital Adequacy Ratio (CAR) atau KPMM tercatat sebesar 16,25%, memberikan ruang yang cukup untuk ekspansi bisnis ke depan.

Dengan struktur modal yang kuat, bank memiliki fleksibilitas untuk memperluas pembiayaan sekaligus menjaga stabilitas keuangan di tengah dinamika ekonomi global.

Sepanjang 2025, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp44,39 triliun, meningkat dari Rp41,46 triliun pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini dilakukan secara selektif dengan fokus pada sektor strategis. KB Bank menyalurkan pembiayaan Rp250 miliar ke PT Intiland Sejahtera di sektor properti dan kawasan industri.

Di sektor kesehatan, pembiayaan sebesar Rp110 miliar diberikan kepada PT KAI Medika Indonesia untuk pengembangan fasilitas Brawijaya Hospital.

Selain itu, bank juga berpartisipasi dalam penerbitan sukuk senilai Rp400 miliar oleh PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk sebagai bentuk dukungan terhadap sektor industri.

Strategi 2026: Digitalisasi dan Sinergi Grup Jadi Fokus

KB Bank menargetkan penguatan fundamental bisnis yang lebih dalam. Fokus utama mencakup peningkatan kualitas kredit, pengembangan layanan digital, serta optimalisasi sinergi dengan KB Financial Group.

Langkah strategis lainnya termasuk penjajakan penguatan struktur permodalan guna mendukung ekspansi usaha yang lebih sehat.

Kunardy menekankan bahwa ruang perbaikan masih terbuka. “Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkualitas dan berkelanjutan," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.