Harga Minyak Naik, Belanja Negara Mulai Diperketat

AKURAT.CO Lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik global mulai memaksa pemerintah memperketat pengeluaran negara.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tengah melakukan efisiensi di berbagai pos belanja kementerian dan lembaga untuk menjaga ruang fiskal tetap aman.
Langkah ini ditempuh agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali di level 2,92%, meski tekanan subsidi energi berpotensi meningkat.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak, Peluang Cut Rate The Fed Masih Terbuka
Menurut Purbaya, pemerintah tidak hanya mengandalkan dana SAL, tetapi juga mendorong optimalisasi pendapatan dari sektor komoditas, khususnya energi dan batu bara.
“Yang lain kami jaga, kami tingkatkan pendapatan dari beberapa sektor, termasuk komoditas,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Lebih lanjut Purbaya juga menegaskan bahwa pihaknya telah menghitung kebutuhan tambahan subsidi energi jika harga minyak dunia terus bergerak naik.
Dalam simulasi Kementerian Keuangan, setiap kenaikan USD1 per barel membutuhkan tambahan subsidi Rp6,8 triliun.
Langkah penghematan ini dinilai menjadi strategi penting agar kebijakan menahan harga BBM subsidi tetap bisa dipertahankan tanpa memperlebar defisit anggaran.
Baca Juga: Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan Avtur, 4 Bandara Italia Batasi BBM
Diketahui sebelumnya, Purbaya juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026, dengan asumsi harga minyak dunia berada di kisaran USD100 per barel.
Menurut Purbaya, pemerintah telah menyiapkan skenario mitigasi fiskal jika harga minyak bergerak di kisaran USD80 hingga USD100 per barel.
Oleh sebab itu salah satu bantalan utama, nantinya akan berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp420 triliun.
Selain itu, pemerintah juga mengandalkan tambahan penerimaan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), termasuk kenaikan pendapatan dari harga minyak dan batu bara global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






