Akurat
Pemprov Sumsel

Manfaat Dana Pensiun Naik 14,26 Persen, OJK Soroti Aging Population

Esha Tri Wahyuni | 10 April 2026, 12:20 WIB
Manfaat Dana Pensiun Naik 14,26 Persen, OJK Soroti Aging Population
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan, Ogi Prastomiyono

AKURAT.CO Pembayaran manfaat dana pensiun nasional mencapai Rp20,79 triliun hingga Februari 2026, naik 14,26% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kenaikan tersebut dinilai bukan sekadar angka industri, tetapi menjadi sinyal perubahan struktur demografi Indonesia yang mulai memasuki fase populasi menua.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan, Ogi Prastomiyono, menyatakan peningkatan pembayaran manfaat terutama didorong bertambahnya peserta yang memasuki usia pensiun normal.

Baca Juga: Cara Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Muda: Strategi Gen Z & Milenial agar Tetap Aman Finansial

“Peningkatan ini pada prinsipnya didorong oleh bertambahnya jumlah peserta yang memasuki usia pensiun normal. Selain itu, terdapat faktor lain yang turut berkontribusi, seperti peserta yang berhenti bekerja karena meninggal dunia maupun akibat pemutusan hubungan kerja,” ujar Ogi, Jumat (10/4/2026).

Di sisi lain, data resmi regulator menunjukkan total aset industri dana pensiun mencapai Rp1.700,93 triliun per Februari 2026, tumbuh 12,52% yoy. Artinya, dari sisi aset, industri masih berada dalam posisi relatif solid untuk menopang kewajiban pembayaran manfaat.

Secara struktur, manfaat pensiun berasal dari dua sumber utama, yakni akumulasi iuran peserta dan hasil pengembangan investasi.

Kenaikan pembayaran manfaat pensiun bukan fenomena sesaat. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mulai memasuki fase aging population, yakni meningkatnya proporsi penduduk usia lanjut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa publikasi kependudukan menunjukkan jumlah penduduk usia 60 tahun ke atas terus bertambah, sejalan dengan peningkatan harapan hidup nasional.

Baca Juga: Menpora Erick Thohir Beberkan Program Strategis 2026, Mulai dari Dana Pensiun Atlet Hingga Youth Camp

Secara historis, tren ini mulai terlihat sejak 2023–2024 ketika proporsi lansia meningkat konsisten. Pada saat yang sama, gelombang PHK lintas sektor sejak 2024 hingga awal 2026 juga mempercepat pencairan manfaat pensiun, terutama pada program tertentu.

Fakta ini penting karena sistem pensiun nasional menghadapi tekanan ganda: klaim meningkat dan kebutuhan pengelolaan likuiditas menjadi lebih kompleks.

Bagi industri dana pensiun, lonjakan pembayaran manfaat berpotensi meningkatkan tekanan likuiditas, terutama pada dana pensiun yang sudah memasuki fase mature atau tidak lagi menerima peserta baru.

OJK menilai kondisi tersebut masih wajar selama aset tetap memadai.

“Bagi dana pensiun yang telah mature dan tidak lagi menerima peserta baru, pembayaran manfaat lebih besar dari iuran merupakan hal yang wajar, sepanjang dana pensiun tetap memiliki aset yang memadai dan likuiditas yang cukup,” kata Ogi.

Bagi publik, terutama pekerja aktif, tren ini menjadi pengingat penting bahwa perencanaan pensiun tidak bisa hanya bergantung pada satu sumber pendapatan masa tua.

Kondisi ekonomi global yang masih volatil membuat diversifikasi instrumen pensiun dan investasi jangka panjang menjadi semakin relevan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.