Akurat
Pemprov Sumsel

IPO Perdana di 2026, Saham WBSA Melonjak 34,52 Persen

Esha Tri Wahyuni | 10 April 2026, 14:37 WIB
IPO Perdana di 2026, Saham WBSA Melonjak 34,52 Persen
WBSA

AKURAT.CO Perusahaan logistik PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) langsung mencatat lonjakan signifikan pada hari pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/4/2026).

Harga saham WBSA naik 34,52% ke level Rp226 dari harga penawaran Rp168 per saham dan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).

WBSA menjadi emiten pertama yang melantai di BEI pada 2026 dengan respons pasar yang sangat kuat. Perseroan mencatat kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 386,86 kali, mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor logistik.

Baca Juga: WBSA Targetkan Dana IPO Rp306 Miliar, Fundamental Logistik Solid

Direktur Utama WBSA Edwin Wibowo mengatakan potensi industri logistik nasional masih terbuka lebar.

“Kondisi ini mendorong kebutuhan yang besar akan layanan logistik multimoda yang terintegrasi. Melalui IPO ini, kami berharap dapat memperkuat posisi dan kapabilitas dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi serta perekonomian Indonesia,” ujar Edwin di Main Hall BEI Jakarta.

Dalam aksi korporasi ini, WBSA menawarkan 1,8 miliar saham baru atau setara 20,75% dari modal disetor, dengan harga Rp168 per saham. Dari aksi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp302,4 miliar.

Dana hasil IPO akan dialokasikan sekitar Rp215 miliar untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL). Sementara sisanya digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional dan likuiditas.

Alasan WBSA IPO

Kinerja positif WBSA terjadi di tengah tren pertumbuhan sektor logistik nasional yang terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 13,96% (year-on-year) pada 2023 dan tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2025.

Karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau juga menjadi faktor utama tingginya kebutuhan layanan logistik terintegrasi. Selain itu, pertumbuhan e-commerce dan distribusi barang domestik turut mendorong permintaan layanan logistik multimoda.

IPO dengan tingkat oversubscribe tinggi juga bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah emiten sektor logistik dan teknologi mencatat permintaan berlipat, menandakan pergeseran minat investor ke sektor berbasis infrastruktur dan distribusi.

Dampak terhadap Publik dan Pasar

Lonjakan saham WBSA pada hari pertama perdagangan memberikan sinyal positif terhadap kepercayaan investor terhadap sektor logistik. Kinerja ini juga berpotensi mendorong pipeline IPO di BEI pada 2026, khususnya dari sektor serupa.

Dari sisi pasar, keberhasilan WBSA menggalang dana Rp302,4 miliar akan memperkuat ekspansi bisnis logistik terintegrasi, termasuk peningkatan kapasitas distribusi dan efisiensi rantai pasok.

Hal ini berpotensi mendukung kelancaran distribusi barang dan menekan biaya logistik nasional yang selama ini masih relatif tinggi, berada di kisaran 23–24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menurut berbagai kajian pemerintah.

Struktur kepemilikan pasca-IPO menunjukkan mayoritas saham masih dikuasai Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd sebesar 79,01%, sementara publik memegang 20,75%.

Manajemen WBSA menilai pencatatan saham ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan mempercepat ekspansi.

“Perseroan meyakini bahwa pencatatan saham ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat struktur permodalan, mengakselerasi ekspansi usaha, serta memperkuat posisi pasar sebagai penyedia layanan logistik yang terintegrasi,” ujar Edwin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.