Akurat
Pemprov Sumsel

RUPST BBRI Sepakati Dividen Tunai Rp52,1 Triliun Setara Rp346 per Saham

Yosi Winosa | 10 April 2026, 18:12 WIB
RUPST BBRI Sepakati Dividen Tunai Rp52,1 Triliun Setara Rp346 per Saham
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi

AKURAT.CO PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menyepakati pembagian dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham. Angka tersebut telah termasuk dividen interim sebesar Rp137 per saham atau Rp20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (10/4/2026) di Menara BRILiaN Jakarta. Keputusan ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada negara dan seluruh pemegang saham.

Pelaksanaan RUPST tersebut dihadiri langsung oleh Komisaris Utama BRI, Kartika Wirjoatmodjo; Wakil Komisaris Utama BRI, Parman Nataatmadja; Direktur Utama BRI, Hery Gunardi; Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari serta jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

Baca Juga: Genjot Transaksi Nasabah, Tokocrypto Gandeng BRI dan Bank Mandiri Tambah Kanal Deposito Baru

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen final ini merupakan wujud nyata komitmen Perseroan dalam memberikan return yang optimal bagi pemegang saham, yang didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta pengelolaan risiko yang terjaga.

“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja Perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Hery.

Adapun, pembagian dividen ini mengacu ke kinerja keuangan laba tahun berjalan konsolidasian perseroan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk tahun buku yang berakhir di tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp56,65 triliun.

Menilik ke belakang, BBRI secara konsisten membagikan dividen dengan rasio yang tinggi (payout ratio di atas 80% dalam beberapa tahun terakhir), seringkali menerapkan pembagian dividen interim dan final untuk memaksimalkan return ke pemegang saham.

Tahun Buku 2020 misalnya (dibayarkan 2021) senilai Rp12,1 triliun (Rp98,9 per saham) dengan rasio 65% dari laba bersih. Kemudian Tahun Buku 2021 misalnya (dibayarkan 2022) senilai Rp33,3 triliun (Rp216 per saham) dengan rasio 85% dari laba bersih.

Kemudian Tahun buku 2022 (dibayarkan 2023) senilai Rp43,5 triliun (Rp288 per saham) dengan rasio 85% dari laba bersih. Lalu Tahun Buku 2023 (Dibayarkan 2024) senilai Rp48,1 triliun (Rp319 per saham) dimana Interim Rp84 per saham (dibayarkan 18 Januari 2024) dan dividen Final Rp235 per saham (dibayarkan 28 Maret 2024). Lalu Tahun Buku 2024 (dibayarkan 2025) senilai Rp51,74 triliun (Rp343,4 per saham) setara 92% dari laba bersih.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.