Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Itu PSAK 117? Ini Dampaknya ke Laba dan Industri Asuransi

Idham Nur Indrajaya | 10 April 2026, 21:00 WIB
Apa Itu PSAK 117? Ini Dampaknya ke Laba dan Industri Asuransi
Apa itu PSAK 117? Simak penjelasan lengkap dampaknya ke laba dan industri asuransi, dari CSM hingga perubahan laporan keuangan. Ilustrasi Gemini AI

AKURAT.CO Pernah melihat laporan keuangan perusahaan asuransi yang labanya tiba-tiba berubah, padahal bisnisnya terasa sama?

Ini bukan kebetulan. Salah satu penyebab utamanya adalah implementasi PSAK 117—standar akuntansi baru yang mengubah cara perusahaan asuransi mengakui pendapatan dan laba.

Bagi banyak orang, ini membingungkan. Apakah perusahaan jadi lebih buruk? Atau justru lebih sehat?

Jawabannya tidak sesederhana itu.


Jawaban Cepat: Apa Itu PSAK 117?

PSAK 117 adalah standar akuntansi baru untuk kontrak asuransi yang mengatur bahwa pendapatan dan laba harus diakui berdasarkan layanan yang diberikan (service-based), bukan langsung di awal kontrak.

Perubahan utamanya:

  • Pendapatan tidak lagi diakui sekaligus di awal

  • Laba “dikunci” dan dilepas bertahap selama masa pertanggungan

  • Unsur investasi dipisahkan dari premi

  • Menggunakan konsep present value, risk adjustment, dan CSM (Contractual Service Margin)

👉 Singkatnya:
PSAK 117 tidak mengubah profit total, tetapi mengubah timing pengakuannya.


Apa Perbedaan PSAK 104 dan PSAK 117?

Perbedaan ini adalah inti dari seluruh perubahan.

PSAK Lama (PSAK 104)

  • Basis: akrual tradisional

  • Premi diakui sebagai pendapatan di awal

  • Profit besar muncul di awal, lalu menurun

  • Unsur investasi dan proteksi masih tercampur

PSAK 117

  • Basis: service-based (berdasarkan layanan)

  • Pendapatan diakui bertahap

  • Profit lebih stabil sepanjang waktu

  • Unsur investasi dipisahkan

👉 Analogi sederhana:

Bayangkan Anda menjual paket gym 1 tahun.

  • PSAK lama: uang langsung dianggap sebagai pendapatan penuh di bulan pertama

  • PSAK 117: pendapatan diakui sedikit demi sedikit setiap bulan

👉 Inilah yang membuat laporan keuangan terlihat “berubah”, padahal bisnisnya belum tentu berubah.


Kenapa Laba Asuransi Terlihat Berubah Drastis?

Salah satu dampak paling terasa dari PSAK 117 adalah restatement laporan keuangan.

Menurut Direktur Utama Tugu Insurance, Adi Pramana, laba tahun sebelumnya dari perusahaan asuransi harus dihitung ulang dengan pendekatan baru. Akibatnya:

  • Laba yang sebelumnya terlihat besar di awal → menjadi lebih kecil

  • Laba di tahun berikutnya → terlihat meningkat

Contohnya:

  • Laba sebelumnya sekitar Rp400 miliar (setelah restated)

  • Laba 2025 naik menjadi sekitar Rp711 miliar

"Untuk profit after tax, karena laporan ini disajikan kembali (restated), maka angka tahun sebelumnya harus dihitung ulang dengan prinsip baru. Kalau dulu profit diakui di awal, sekarang semuanya dihitung kembali sesuai pola layanan," kata Adi dalam acara Media Meet Up Tugu Insurance, Jumat, 10 April 2026.

👉 Insight penting:
Ini bukan karena bisnis tiba-tiba melonjak, tapi karena cara menghitungnya berubah.

Banyak investor pemula sering salah membaca ini sebagai “pertumbuhan drastis”, padahal sebagian adalah efek akuntansi.


Apa Itu CSM, Present Value, dan Risk Adjustment?

Di sinilah PSAK 117 menjadi kompleks—dan menarik.

1. Present Value (PV)

Semua arus kas masa depan (premi, klaim, biaya) dihitung ke nilai saat ini.

👉 Artinya:

  • Uang 5 tahun ke depan dihitung nilainya hari ini

  • Dipengaruhi oleh bunga dan asumsi ekonomi


2. Risk Adjustment

Penyesuaian untuk ketidakpastian risiko.

👉 Semakin tinggi risiko:

  • Semakin besar penyesuaiannya

  • Semakin konservatif perhitungan laba


3. CSM (Contractual Service Margin)

Ini adalah “profit yang ditahan”.

👉 Cara kerjanya:

  • Profit tidak langsung diakui

  • Disimpan dalam CSM

  • Dilepas bertahap sesuai layanan

👉 Insight unik:
CSM membuat laba menjadi lebih stabil dan “tidak meledak di awal”.


Insight: PSAK 117 Bukan Sekadar Akuntansi, Tapi Strategi

Di sinilah banyak orang salah paham.

PSAK 117 bukan hanya perubahan teknis, tetapi:

1. Mengubah “cerita” laporan keuangan

Perusahaan tidak lagi terlihat “untung besar di awal”, tapi lebih stabil.


2. Mengurangi ilusi profit

Dulu, profit besar di awal bisa memberi kesan bisnis sangat menguntungkan.
Sekarang, profit lebih realistis.


3. Membantu manajemen risiko

Dengan pendekatan present value dan risk adjustment, perusahaan dipaksa lebih disiplin.


👉 Sudut pandang kontrarian:
PSAK 117 sebenarnya membuat laporan keuangan lebih “jujur”, tapi juga lebih sulit dipahami oleh publik.


Simulasi Nyata: Bagaimana PSAK 117 Mengubah Laporan?

Bayangkan:

Seorang nasabah membeli polis 5 tahun dengan total premi Rp10 juta.

PSAK Lama:

  • Tahun 1: Rp10 juta langsung dianggap pendapatan

  • Profit langsung besar


PSAK 117:

  • Tahun 1–5: Rp2 juta per tahun

  • Profit diakui bertahap


👉 Dampaknya:

  • Laba tidak “melonjak” di awal

  • Tapi lebih stabil dan konsisten


Bagaimana Dampaknya ke Industri Asuransi?

1. Desain Produk Akan Berubah

Polis jangka panjang menjadi lebih strategis karena:

  • Memberikan CSM lebih besar

  • Memberi stabilitas laba


2. Fokus Bergeser ke Operating Revenue

Menurut data:

  • Operating revenue naik dari Rp1,7 triliun → Rp2,28 triliun

👉 Ini menunjukkan:
metrik baru lebih relevan daripada sekadar premi.


3. Investment Income Jadi Krusial

Hasil investasi naik:

  • Rp465 miliar → Rp717 miliar

👉 Artinya:

  • Perusahaan tidak hanya mengandalkan underwriting

  • Tapi juga strategi investasi


4. Sistem & Teknologi Jadi Kunci

Implementasi PSAK 117 tidak bisa manual.

Menurut paparan:

  • Recheck sistem bisa 1 hari

  • Manual bisa 3 hari atau lebih

👉 Insight lapangan:
Perusahaan asuransi kini bukan hanya bisnis risiko, tapi juga bisnis data dan sistem.


Implikasi: Siapa yang Paling Terdampak?

1. Investor

Harus lebih hati-hati membaca laporan keuangan.

👉 Risiko:

  • Salah menilai pertumbuhan

  • Salah membaca profitabilitas


2. Perusahaan Asuransi

Harus:

  • upgrade sistem

  • memperkuat aktuaria

  • mengelola portofolio lebih cermat


3. Nasabah

Tidak langsung terdampak, tapi:

  • desain produk bisa berubah

  • premi bisa disesuaikan


Penutup: PSAK 117 dan Perubahan Cara Kita Melihat Profit

PSAK 117 membawa satu perubahan besar:
profit bukan lagi soal “berapa besar”, tapi “kapan diakui”.

Di satu sisi, ini membuat industri asuransi lebih transparan dan stabil.
Di sisi lain, ini juga membuat laporan keuangan lebih kompleks dan rawan disalahartikan.

Pertanyaannya sekarang:

Apakah publik dan investor sudah siap membaca laporan keuangan dengan cara baru?

Atau justru akan semakin banyak yang salah memahami angka?

👉 Pantau terus perkembangan PSAK 117 dan dampaknya, karena perubahan ini belum selesai—dan justru baru dimulai.


Baca Juga: OJK Dorong Inovasi Asuransi di Tengah Ancaman El Nino Godzilla

Baca Juga: Asuransi Syariah Baru Tawarkan Proteksi hingga Usia 100 Tahun

FAQ

1. Apa itu PSAK 117 dalam asuransi?

PSAK 117 adalah standar akuntansi terbaru untuk kontrak asuransi yang mengatur bahwa pendapatan dan laba tidak boleh diakui sekaligus di awal, melainkan harus mengikuti layanan yang diberikan selama masa polis. Artinya, perusahaan asuransi kini mencatat pendapatan secara bertahap (service-based), sehingga laporan keuangan menjadi lebih stabil dan mencerminkan kinerja yang lebih realistis dibandingkan standar sebelumnya.


2. Kenapa laba perusahaan asuransi berubah setelah PSAK 117?

Laba perusahaan asuransi terlihat berubah karena PSAK 117 mengubah cara pengakuan profit dari upfront menjadi bertahap. Jika sebelumnya laba langsung besar di awal kontrak, kini laba “ditahan” dalam bentuk CSM dan dilepas seiring waktu. Perubahan ini sering disalahartikan sebagai penurunan atau lonjakan kinerja, padahal sebenarnya hanya pergeseran waktu pengakuan laba.


3. Apa perbedaan PSAK 104 dan PSAK 117?

Perbedaan utama PSAK 104 dan PSAK 117 terletak pada metode pengakuan pendapatan dan laba. PSAK 104 menggunakan pendekatan akrual tradisional di mana premi langsung diakui, sedangkan PSAK 117 menggunakan pendekatan service-based yang mengakui pendapatan secara bertahap. Selain itu, PSAK 117 juga memisahkan unsur investasi dari premi dan menggunakan konsep seperti present value, risk adjustment, serta CSM.


4. Apa itu CSM dalam PSAK 117?

CSM atau Contractual Service Margin adalah komponen dalam PSAK 117 yang berfungsi sebagai “penampung laba” yang belum diakui. CSM menyimpan profit dari kontrak asuransi dan kemudian dirilis secara bertahap sesuai dengan layanan yang diberikan kepada nasabah. Dengan adanya CSM, laba perusahaan menjadi lebih stabil dan tidak langsung muncul besar di awal periode.


5. Apa dampak PSAK 117 terhadap laporan keuangan asuransi?

Dampak PSAK 117 terhadap laporan keuangan asuransi sangat signifikan, terutama pada struktur pendapatan dan laba. Perusahaan tidak lagi fokus pada gross premium, melainkan pada insurance revenue dan operating revenue. Selain itu, laporan keuangan harus disajikan ulang (restated), sehingga angka laba tahun sebelumnya bisa berubah untuk menyesuaikan dengan standar baru ini.


6. Apa itu present value dalam PSAK 117?

Present value dalam PSAK 117 adalah metode menghitung nilai sekarang dari arus kas masa depan, seperti premi, klaim, dan biaya. Semua komponen tersebut didiskontokan menggunakan asumsi tertentu seperti tingkat bunga, sehingga nilainya mencerminkan kondisi saat ini. Konsep ini membuat perhitungan menjadi lebih dinamis dan sensitif terhadap perubahan waktu serta kondisi ekonomi.


7. Bagaimana PSAK 117 memengaruhi industri asuransi di Indonesia?

PSAK 117 mendorong perubahan besar dalam industri asuransi di Indonesia, mulai dari cara perusahaan mendesain produk hingga strategi bisnis dan investasi. Polis jangka panjang menjadi lebih penting karena menghasilkan CSM lebih besar, sementara perusahaan juga harus memperkuat sistem teknologi dan tim aktuaria. Di sisi lain, investor dan publik dituntut lebih memahami laporan keuangan agar tidak salah membaca kinerja perusahaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.