Akurat
Pemprov Sumsel

Aset Asuransi Tembus Rp1.219 Triliun, OJK Pasang Target Premi Moderat

Esha Tri Wahyuni | 13 April 2026, 09:10 WIB
Aset Asuransi Tembus Rp1.219 Triliun, OJK Pasang Target Premi Moderat
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan target pertumbuhan premi industri asuransi pada kisaran 3% hingga 6% sepanjang 2026. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan estimasi pertumbuhan aset yang dipatok di level 5% hingga 7% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan target moderat tersebut mencerminkan fase konsolidasi industri pascareformasi regulasi.

“Sementara itu, pertumbuhan premi diperkirakan berada pada kisaran 3–6 persen, dengan potensi meningkat seiring penguatan permintaan proteksi masyarakat dan dukungan terhadap program strategis pemerintah,” kata Ogi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, (13/4/2026).

Baca Juga: CFX dan OJK Edukasi Aset Kripto ke Mahasiswa FEB UI

Data OJK menunjukkan, hingga Februari 2026 total aset industri asuransi mencapai Rp1.219,35 triliun atau tumbuh 6,80% yoy dari Rp1.141,71 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, aset asuransi komersial tercatat Rp999,15 triliun atau naik 8,57% yoy.

Dari sisi pendapatan, akumulasi premi asuransi komersial hingga Februari 2026 mencapai Rp62,37 triliun atau tumbuh 3,50% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh asuransi umum dan reasuransi yang naik 7,41% yoy menjadi Rp29,98 triliun.

Sebaliknya, premi asuransi jiwa hanya tumbuh 0,12% yoy dengan nilai Rp32,39 triliun. Kondisi ini menunjukkan perlambatan pada segmen jiwa yang selama ini menjadi kontributor utama industri.

Meski demikian, ketahanan industri masih terjaga. Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa tercatat sebesar 480,83% dan asuransi umum sebesar 327,98%, jauh di atas ambang batas minimum 120% yang ditetapkan regulator.

OJK menilai pertumbuhan premi yang lebih rendah dibanding aset tidak terlepas dari proses konsolidasi model bisnis yang tengah berlangsung di industri. Penyesuaian ini dilakukan setelah serangkaian reformasi regulasi untuk memperkuat tata kelola dan perlindungan konsumen.

Baca Juga: OJK: Lonjakan Hasil Investasi Asuransi Jadi Sinyal Pemulihan Industri

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor asuransi Indonesia menghadapi tekanan akibat kasus gagal bayar dan penurunan kepercayaan publik. Kondisi tersebut mendorong regulator memperketat pengawasan, termasuk penguatan permodalan dan transparansi produk.

Langkah konsolidasi ini juga mencakup perbaikan strategi distribusi serta inovasi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Bagi pelaku industri, target pertumbuhan premi yang moderat mengindikasikan fokus jangka pendek pada stabilitas dibanding ekspansi agresif. Hal ini dapat berdampak pada strategi bisnis perusahaan asuransi, termasuk selektivitas produk dan efisiensi operasional.

Sementara bagi masyarakat, kondisi ini mencerminkan peluang peningkatan kualitas layanan dan perlindungan yang lebih baik. Namun, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih relatif rendah dibanding negara peers, sehingga ruang pertumbuhan tetap terbuka.

Di sisi lain, aset asuransi non-komersial yang mencakup BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan tercatat Rp220,20 triliun atau mengalami kontraksi tipis 0,57% yoy, menunjukkan adanya tekanan di segmen jaminan sosial.

OJK menekankan pentingnya inovasi dan digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan industri. Kanal distribusi berbasis digital dan penguatan keagenan dinilai menjadi faktor kunci dalam memperluas jangkauan pasar.

“Ke depan, industri diharapkan terus memperkuat inovasi produk, mengoptimalkan kanal distribusi digital dan keagenan, serta meningkatkan literasi asuransi guna memperluas penetrasi pasar. OJK tetap optimistis prospek industri asuransi akan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Ogi.

Dengan kombinasi pertumbuhan aset yang tetap solid dan penguatan fundamental industri, sektor asuransi diproyeksikan memasuki fase pertumbuhan yang lebih stabil meski dalam laju yang terukur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.